Kompas TV nasional sapa indonesia

Yang Terjadi Di Waduk Gajah Mungkur Adalah Waterspot, Apa Bedanya Dengan Puting Beliung?

Kamis, 21 Januari 2021 | 21:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena pusaran angin besar seperti tornado, kemarin petang terjadi di Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah.

Pusaran angin badai ini sempat menyebabkan warga panik.

BMKG menyebut, fenomena alam tersebut bukan puting beliung, namun waterspout, atau belalai air.

Kepada Kompas.com, Kabid Diserminasi Iklim dan Kualitas Udara, BMKG, Hary Tirto Djatmiko menjelaskan, jika terjadi di perairan dinamakan waterspout.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN menjelaskan, perbedaan mendasar, antara waterspout, dengan puting beliung, akibat kondisi anomali cuaca.

Fenomena waterspout terjadi di wilayah perairan, seperti di danau, tambak, sungai, dan bendungan. Sementara puting beliung, terjadi wilayah daratan luas.

Dilihat dari durasi, water spout berlangsung singkat, yaitu sekitar 15 menit. Puting beliung, durasinya lebih lama, yaitu hingga satu jam.

Sedangkan dari lintasannya, fenomena water spout sifatnya mikro. Sementara puting beliung, lintasannya bisa hingga satu kilometer.

Terkait waterspout di Wonogiri, pelaksana tugas BPBD Jawa Tengah, Safrudin menyebut, tidak ada korban luka, jiwa, ataupun materi.

Waterspout, terbentuk dari awan cumulonimbus, ketika berada di posisi atmosfer yang labil.

Baik puting beliung, maupun waterspout, tidak bisa diprediksi secara spesifik.

BMKG menyatakan, fenomena ini sangat berbahaya, karena karakteristik pusaran angin berputar, dan bergerak, sehingga memiliki daya rusak.

BMKG mencatat, saat ini sebagian wilayah di tanah air, tengah memasuki puncak musim hujan, diikuti cuaca ekstrem.

Apa penyebab fenomena pusaran angin besar yang terjadi Di Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri kemarin?.

Seperti apa daya rusaknya, dan potensinya saat ini di wilayah lain di Indonesia?

Kita akan berbincang dengan Ahli Hidrometeorologi Universitas Gajah Mada, yang juga Sekretaris Pusat Studi Bencana UGM, Andung Bayu Sekaranom. 

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:15
PEMERINTAH ARAB SAUDI MEMBERI HADIAH UMAT ISLAM INDONESIA BERUPA 3.000 PAKET BAHAN POKOK DAN 15 TON KURMA   DUBES ARAB SAUDI UNTUK INDONESIA ESAM ABID ALTAGHAFI OPTIMISTIS IBADAH HAJI AKAN DISELENGGARAKAN TAHUN INI   PENGAMAT TATA KELOLA PANGAN LELY SOEBEKTI MINTA PEMERINTAH EVALUASI ATURAN PENGGANTIAN DIREKSI BUMN   KEMENPERIN AKAN PERIKSA KELANGKAAN GULA UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI DI JAWA TIMUR YANG DIKELUHKAN UMKM   KPK LIMPAHKAN BERKAS KASUS DUGAAN KORUPSI PROYEK DI BAKAMLA KE PENGADILAN   FRAKSI PAN DPRD DKI MENILAI PENATAAN ULANG BALAI KOTA DKI PEMBOROSAN ANGGARAN   PEMKOT BOGOR WASPADAI LONJAKAN KASUS COVID-19 SELAMA BULAN RAMADAN TAHUN INI   KEPALA BAPPENAS SUHARSO MONOARFA: PEMERINTAH TERBUKA PADA SEMUA USULAN PEMBANGUNAN IBU KOTA BARU   KASUS COVID-19 MASIH TINGGI, MENKES MALAYSIA MINTA RENCANA PULANG KE KAMPUNG HALAMAN SAAT LEBARAN DITUNDA   BATAL GUNAKAN VAKSIN ASTRAZENECA, PEMERINTAH DENMARK AKAN SUMBANGKAN STOKNYA   KAKORLANTAS POLRI IRJEN ISTIONO PASTIKAN POS PENYEKATAN BAGI PEMUDIK DI JALUR SELATAN JAWA BARAT SUDAH SIAP   SATGAS COVID-19 MEMPREDIKSI VAKSIN SINOVAC AKAN MENDAPAT SERTIFIKASI WHO PADA AKHIR MEI 2021   SEBANYAK 800 PERSONEL POLISI DISEBAR AWASI TEMPAT NGABUBURIT DAN PENJUALAN TAKJIL DI BOGOR SELAMA BULAN RAMADAN   SATGAS NEMANGKAWI TNI-POLRI BERHASIL AMANKAN WILAYAH BEOGA DI KABUPATEN PUNCAK, PAPUA, SITUASI BERANGSUR KONDUSIF