Kompas TV regional berita daerah

LAPAS KELAS IIB SUKABUMI PANEN SAYURAN HIDROPONIK

Kamis, 21 Januari 2021 | 02:18 WIB
lapas-kelas-iib-sukabumi-panen-sayuran-hidroponik
Hasil Panen Sayuran Dengan System Hidroponik, di Lapas Kelas IIB Sukabumi. Rabu (20/02/2021) (Sumber: Dok. Lapas Kelas IIB Sukabumi)

SUKABUMI, KOMPAS.TV, - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, barhasil melakukan panen untuk yang kesekian kalinya pada Rabu (20/01/2021). Kali ini, panen sayuran jenis Kangkung dan Selada dilakukan oleh Kalapas Lapas Kelas IIB Sukabumi, Christo Toar beserta Jajarannya dan 6 orang warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Sukabumi, terdiri dari 4 orang WBP Pria dan 2 Orang WBP Wanita.

Christo Toar, Kalapas Lapas Kelas IIB Sukabumi mengatakan, jenis tanaman sayuran kangkung menjadi idola bagi masyarakat, karena masa tanamnya relatif pendek yaitu sekitar 21 hari serta rasanya agak manis dan renyah. Untuk jenis tanaman sayuran selada menjadi tanaman yang pertama kali di coba di Lapas Kelas IIB Sukabumi, karena masa tanamnya relatif panjang yaitu sekitar 40 hari. 

“Budidaya sayuran diawali proses pelatihan Warga Binaan bekerjasama  dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi dan CV. Sukaponic sebagai pembimbingnya pada tahun 2020 lalu. Untuk pelaksanaannya hingga panen dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan itu sendiri,”  jelas Christo, Untuk Hasil Panen ini dipasarkan secara langsung kepada masyarakat dan bekerjasama dengan CV. Sukaponic untuk dipasarkan kembali  ke supermarket ternama di Kota Sukabumi. 

Christo Toar, Kalapas Lapas Kelas IIB Sukabumi, saat memetik sayuran jenis selada dengan System Hidroponik (20/02/2021) (Sumber: Dok. Lapas Kelas IIB Sukabumi)

Hasil dari kerja sama tersebut adalah diadakannya kegiatan pembinaan budidaya tanaman hydroponic.

Proses dari mulai penyemaian, perawatan, sampai pengemasan hingga panen semuanya melibatkan warga binaan dan petugas, jelas Cristo.

Menurut Christo, menanam dengan sistem hidroponik sangat efisien dan mudah karena tidak memerlukan lahan yang luas “Karena Lahan kita terbatas untuk melakukan pertanian yang besar, maka kita lakukan dengan system hidroponik seperti saat ini,” lanjutnya. 

Kegiatan ini berlangsung secara terus-menerus, agar dapat bermanfaat bagi para WBP. "Pada saat mereka bebas nantinya dan mengembangkan bakat WBP yang mereka miliki sebelumnya dan berguna saat mereka di luar,"

Penulis : KompasTV Sukabumi




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:41
PESEPAK BOLA TONI KROOS BERNIAT MENGAKHIRI KARIER BERMAINNYA BERSAMA REAL MADRID    CHELSEA YAKIN PUNYA PELUANG UNTUK MEREKRUT BOMBER BORUSSIA DORTMUND, ERLING HAALAND, PADA MUSIM DEPAN    PERSIB BANDUNG MEREKRUT FERDINAND SINAGA DENGAN KONTRAK HINGGA 2 TAHUN KE DEPAN    PEMIMPIN SPIRITUAL TIBET, DALAI LAMA, DISUNTIK VAKSIN COVID-19 DI DHARAMSALA, INDIA    JUNTA MILITER MYANMAR BONGKAR MAKAM GADIS 19 TAHUN YANG TEWAS TERTEMBAK SAAT MELAKUKAN UNJUK RASA MELAWAN KUDETA    WHO SEGERA UMUMKAN HASIL TEMUAN ASAL MULA COVID-19 DI WUHAN, TIONGKOK    INTERNATIONAL AIR TRANSPORT ASSOCIATION (IATA): PASPOR DIGITAL PENERBANGAN AKAN DILUNCURKAN BULAN INI    POLISI TANGKAP 3 PETUGAS KPK GADUNGAN YANG KERAP MEMERAS KEPSEK SD DI BEBERAPA DESA DAN KECAMATAN DI NIAS SELATAN    SATGAS COVID-19 KABUPATEN BOGOR WASPADAI LONJAKAN WISATAWAN AKHIR PEKAN DEPAN    ANGKASA PURA I LAYANI 1,70 JUTA PENUMPANG DI 15 BANDARA SELAMA FEBRUARI 2021    PROSES RESTORASI BENTENG PENDEM NGAWI, JATIM, TELAH MENCAPAI 10%    PARTAI DEMOKRAT MENILAI MOELDOKO LAKUKAN "ABUSE OF POWER" TERHADAP KLB DI SUMATERA UTARA    PROSES VAKSINASI WARGA LANSIA DI KENDARI, SULTRA, TERKENDALA PENDAFTARAN DARING    KOMNAS KEJADIAN IKUTAN PASCA-IMUNISASI (KIPI): TIDAK ADA YANG MENINGGAL DUNIA KARENA VAKSIN COVID-19