Kompas TV nasional aiman

Sriwijaya Air Jatuh, Bagaimana Pengawasannya? AIMAN (Bag 4)

Rabu, 20 Januari 2021 | 00:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dunia aviasi Indonesia kembali diuji. Pesawat Sriwijaya SJ-182, rute Jakarta-Pontianak, yang membawa 62 penumpang beserta awak pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Proses pencarian puing pesawat dan korban masih terus dilakukan. Hingga pada Selasa (12/01), tim gabungan telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan bagian dari “kotak hitam” pesawat, di perairan Laut Jawa. 

Belakangan, bagian dari Cockpit Voice Recorder (CVR) juga bisa diangkat, meskin tak lagi utuh. Dua benda ini yang akan dijadikan sumber analisis penyebab kecelakaan.

Sriwijaya Air SJ-182 diketahui hilang kontak pukul 14.40 WIB pada Sabtu (9/1/2021), 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Berdasar hasil analisa awal, burung besi berusia 26 tahun ini tercatat terjun bebas dari puncak ketinggian 3.322 mdpl hingga 76 mdpl. Pada saat menyentuh air, diduga mesin pesawat belum mati sehingga masih mengirimkan data koordinat, ketinggian, dan kecepatan. Data radar yang diperoleh KNKT dari Airnav Indonesia, juga menunjukkan demikian. 

Meski Kementerian Perhubungan melalui rilis resmi menjelaskan pesawat jenis Boeing 737-500 itu laik terbang, ada sejumlah perkiraan berkembang berdasarkan kondisi sesaat sebelum kecelakaan, yaitu cuaca buruk, komponen, dan kendali pesawat yang bermasalah. 

Tanpa bermaksud mendahului penyelidikan KNKT, jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono, melakukan simulasi terbang bersama praktisi penerbangan, Captain Vincent Raditya.  

Selain itu, Aiman juga mewawancarai Ketua KNKT 2007-2015, Marsekal Muda (Purn) Tatang Kurniadi dan pengamat penerbangan, Alvin Lie, untuk mengetahui analisa mereka tentang kecelakaan yang terjadi pada Sriwijaya Air berdasar pengalaman mereka. Apakah cuaca dan komponen mesin yang bermasalah bisa menyebabkan kecelakaan? Apa yang harus dilakukan?   

Penulis : Anas Surya




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:17
INDONESIA BERSAMA SINGAPURA BANGUN KAWASAN EKONOMI DIGITAL DAN TEKNOLOGI DI BATAM   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MINTA KELUARGA MISKIN DENGAN IBU HAMIL DAN ANAK “STUNTING” MASUK DAFTAR PENERIMA PKH   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SEBUT PENANGANAN KEMISKINAN KUNCI MENURUNKAN KASUS "STUNTING"   MENKO PMK RESMIKAN PUSAT PENANGGULANGAN GIZI TERPADU DI KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN   TEKAN HARGA CABAI RAWIT MERAH, KEPALA SUDIN KPKP IWAN INDRIYANTO TELAH BERKOORDINASI DENGAN KEMENTAN   SUDIN KPKP: HARGA RATA-RATA CABAI RAWIT MERAH DI PASAR TRADISIONAL DI JAKARTA BARAT MELONJAK HINGGA DUA KALI LIPAT   KEMENAG TINDAK LANJUTI RENCANA PENINGKATAN STATUS PERATURAN BERSAMA SOAL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA JADI PERPRES   MULAI HARI INI, VAKSINASI COVID-19 “DRIVE THRU” BAGI LANSIA RESMI BEROPERASI DI JIEXPO KEMAYORAN   EPIDEMIOLOG GRIFFITH UNIVERSITY DICKY BUDIMAN MENYATAKAN VARIAN BARU COVID-19 B.1.1.7 LEBIH CEPAT MENULAR   SATGAS COVID-19 TERAPKAN ISOLASI BERLAPIS PADA DUA KASUS POSITIF COVID-19 B.1.1.7 UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENULARAN   GENCARKAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN, KETUA DPR MENINJAU SEJUMLAH DESTINASI WISATA DI BANYUWANGI, JATIM   MULAI APRIL 2021, PETUGAS PELAYANAN PUBLIK DI JAKARTA BARAT AKAN MENERIMA VAKSIN COVID-19   MENKES: VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA HARUS MENCAPAI 70 PERSEN ATAU SASARAN TARGET SEBANYAK 181 JUTA ORANG   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN: SEBANYAK 20 PERSEN PENDUDUK BISA DISUNTIK VAKSIN COVID-19 HINGGA JUNI 2021