Kompas TV nasional aiman

Sriwijaya Air SJ-182 Kecelakaan, Apa yang Bermasalah? - AIMAN (Bag 3)

Rabu, 20 Januari 2021 | 00:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dunia aviasi Indonesia kembali diuji. Pesawat Sriwijaya SJ-182, rute Jakarta-Pontianak, yang membawa 62 penumpang beserta awak pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Proses pencarian puing pesawat dan korban masih terus dilakukan. Hingga pada Selasa (12/01), tim gabungan telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan bagian dari “kotak hitam” pesawat, di perairan Laut Jawa. 

Belakangan, bagian dari Cockpit Voice Recorder (CVR) juga bisa diangkat, meskin tak lagi utuh. Dua benda ini yang akan dijadikan sumber analisis penyebab kecelakaan.

Sriwijaya Air SJ-182 diketahui hilang kontak pukul 14.40 WIB pada Sabtu (9/1/2021), 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Berdasar hasil analisa awal, burung besi berusia 26 tahun ini tercatat terjun bebas dari puncak ketinggian 3.322 mdpl hingga 76 mdpl. Pada saat menyentuh air, diduga mesin pesawat belum mati sehingga masih mengirimkan data koordinat, ketinggian, dan kecepatan. Data radar yang diperoleh KNKT dari Airnav Indonesia, juga menunjukkan demikian. 

Meski Kementerian Perhubungan melalui rilis resmi menjelaskan pesawat jenis Boeing 737-500 itu laik terbang, ada sejumlah perkiraan berkembang berdasarkan kondisi sesaat sebelum kecelakaan, yaitu cuaca buruk, komponen, dan kendali pesawat yang bermasalah. 

Tanpa bermaksud mendahului penyelidikan KNKT, jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono, melakukan simulasi terbang bersama praktisi penerbangan, Captain Vincent Raditya.   

Selain itu, Aiman juga mewawancarai Ketua KNKT 2007-2015, Marsekal Muda (Purn) Tatang Kurniadi dan pengamat penerbangan, Alvin Lie, untuk mengetahui analisa mereka tentang kecelakaan yang terjadi pada Sriwijaya Air berdasar pengalaman mereka. Apakah cuaca dan komponen mesin yang bermasalah bisa menyebabkan kecelakaan? Apa yang harus dilakukan?  

Penulis : Anas Surya


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:33
PRESIDEN AS JOE BIDEN AKAN HUKUM PIHAK YANG DIDUGA MELANGGAR HAM TERKAIT KASUS PEMBUNUHAN JURNALIS JAMAL KHASHOGGI   PLT JUBIR KPK ALI FIKRI TEGASKAN PIHAKNYA BEKERJA SESUAI PROSEDUR HUKUM YANG BERLAKU DALAM OTT 6 ORANG DI SULSEL   WAKIL KETUA MPR SYARIEF HASAN MINTA PEMERINTAH TINJAU ULANG SOAL IZIN INVESTASI MIRAS    BKPM BERENCANA MENGAJAK MUI UNTUK BERKOORDINASI TERKAIT PENERBITAN IZIN INVESTASI MIRAS DI DAERAH    POLISI TANGKAP 12 TERDUGA TERORIS DI SEJUMLAH WILAYAH DI JAWA TIMUR TERKAIT JARINGAN JAMAAH ISLAMIYAH   KETUM PBNU SAID AQIL SIROJ MINTA PEMERINTAH INSTRUKSIKAN KEPADA PNS HINGGA PEGAWAI BUMN MEMBAYAR ZAKAT 2,5%    PRESIDEN JOKOWI MINTA SEMUA JAJARAN NU BANTU PEMERINTAH DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19   PRESIDEN JOKOWI MENGHADIRI HARLAH NAHDLATUL ULAMA (NU) KE-98 SECARA VIRTUAL   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SEBUT PROGRAM PETANI MILENIAL DIMULAI PERTENGAHAN MARET 2021   GUNUNG MERAPI ERUPSI KEMBALI LUNCURKAN AWAN PANAS SEJAUH 1 KM PADA SABTU MALAM    POLDA METRO KLAIM KAMPUNG TANGGUH DI PASEBAN, SENEN, JAKPUS, MAMPU TEKAN PENYEBARAN COVID-19    KEMENKES: VAKSINASI GOTONG ROYONG HANYA DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN ATAU BADAN USAHA KEPADA KARYAWAN   JUBIR VAKSINASI COVID-19 TEGASKAN TAK ADA MEKANISME VAKSINASI MANDIRI BAGI INDIVIDU ATAU BELI SECARA PERORANGAN   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN TARGETKAN 38 JUTA ORANG SUDAH DIVAKSIN COVID-19 PADA AKHIR JUNI 2021