Kompas TV bisnis kompas bisnis

Ini Dia Kebijakan Baru WhatsApp, Berikut Selengkapnya

Jumat, 15 Januari 2021 | 11:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Koneksi memang jadi penting saat pandemi. Nah bicara koneksi nih, di awal tahun ini Whatsapp memberi pengumuman kepada para penggunanya kalau mereka punya kebijakan baru, terkait data.

Ternyata ini bikin masyarakat Indonesia ketar-ketir. Nah pagi ini kita bahas soal Whatsapp.

Kalau anda pengguna Whatsapp, pekan lalu pasti menerima notifikasi di aplikasi, term and condition baru di layanan pesan ini. Di ketentuan ini tertulis, dengan mengetuk setuju maka ketentuan dan kebijakan privasi baru akan berlaku pada 8 Februari 2021.

Ini nih poin yang membuat pelanggan khawatir. Poin pertama dan kedua.

Karena Whatsapp dan Facebook adalah 1 perusahaan. Maka WA nanti akan menyerahkan semua data ke Facebook. Mulai dari jam berapa dan apa saja aktivitas anda di Whatsapp.

Lalu apa jaringan internet yang anda gunakan, nah sebenarnya sejak 2016, wa sudah punya term condition yang membuat wa bisa mengetahui alamat IP penggunanya, tapi kebijakan baru yang sekarang, data-data yang bisa diintin Whatsapp jadi lebih detik. Dan WA juga bisa melihat lokasi anda.

Lalu poin ketiga, komunikasi dengan pemilik akun bisnis. Kan sekarang ada nih WA for business, kalau misalnya anda chat dengan layanan ini, maka komunikasi anda bisa diberikan ke pihak ketiga, dengan alasan kepentingan bisnis.

Ada yang biasa saja menanggapi aturan itu, tapi banyak juga yang panik, sampai akhirnya pihak Whatsapp merilis klarifikasi soal kebijakan baru mereka.

Di kebijakan baru ini juga ada pernyataan bahwa WA tetap menawarkan enkripsi end to end, yang berarti WA dan pihak ketiga tak bisa membacanya.

Klarifikasi ini muncul pasca adanya migrasi dari pengguna whatsapp ke layanan pesan lain.

Jadi kebijakan baru ini hanya untuk WA for business,yang menggunakan pihak ketiga, alias yang berbayar.

Meski tetap ada potensi percakapan bisa disadap, misalnya ada memakai jaringan wifi umum.
 

Penulis : Merlion Gusti




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:23
MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: KEMISKINAN DI TANAH AIR HARUS SEGERA DITANGANI UNTUK ATASI MASALAH "STUNTING"   KEMENTERIAN PPPA SEBUT PENURUNAN ANGKA "STUNTING" MENCEGAH TERJADINYA PERKAWINAN ANAK   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA PEMPROV JAWA TIMUR SEGERA PENUHI FASILITAS YANG DIBUTUHKAN DI KAWASAN INDUSTRI HALAL   WAPRES MA'RUF AMIN BERHARAP PEMPROV JAWA TIMUR AKTIF MEMPROMOSIKAN KAWASAN INDUSTRI HALAL DI SIDOARJO   INDONESIA DAN SINGAPURA MEMBANGUN KAWASAN EKONOMI DIGITAL DAN TEKNOLOGI DI BATAM   KPK SELIDIKI KASUS DUGAAN SUAP TERKAIT PAJAK DI DJP KEMENKEU YANG DIDUGA CAPAI PULUHAN MILIAR RUPIAH   KEJAGUNG PERIKSA TIGA SAKSI ATAS KASUS DUGAAN KORUPSI PENGELOLAAN KEUANGAN & DANA INVESTASI DI BPJS KETENAGAKERJAAN   KPK SEBUT PENGGANTI POSISI DEWAN PENGAWAS YANG DITINGGALKAN ARTIDJO ALKOSTAR AKAN DITENTUKAN PRESIDEN JOKOWI   KEJAKSAAN AGUNG PERIKSA TUJUH ORANG SAKSI TERKAIT PERKARA DUGAAN KORUPSI DI PT ASABRI   HARI INI, MENKES BUDI GUNADI SADIKIN MENINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 BAGI ULAMA, PIMPINAN, DAN PENGURUS MUI   SATGAS: SAAT INI SEJUMLAH DAERAH DI PULAU JAWA DAN BALI SEDANG MELAKUKAN PROSES INTEGRASI DATA COVID-19   SATGAS COVID-19 AKAN EVALUASI DAN PANTAU PENJAGAAN DI PINTU MASUK INDONESIA, MENYUSUL MUTASI VIRUS KORONA B.1.1.7   HINGGA 3 MARET 2021, PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT WISMA ATLET KEMAYORAN MENCAPAI 4.621 ORANG   DINKES DKI SEBUT HINGGA SAAT INI, 63 PERSEN TEMPAT TIDUR ISOLASI PASIEN COVID-19 DI JAKARTA TELAH TERISI