Kompas TV internasional kompas dunia

Eropa Perpanjang Lockdown dan Perketat Pembatasan Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Kamis, 14 Januari 2021 | 05:20 WIB
eropa-perpanjang-lockdown-dan-perketat-pembatasan-hadapi-lonjakan-kasus-covid-19
Seorang tenaga kesehatan sedang disuntik vaksin Covid-19 di Houten, Belanda tengah, Jumat, 8 Januari 2021. PM Belanda Mark Rutte hari Rabu 13 Januari 2021 memperpanjang lockdown di seluruh negara selama 3 minggu (Sumber: AP/Peter Dejong)

ROMA / ZURICH, KOMPAS.TV - Pemerintah di seluruh Eropa pada hari Rabu (13/01/2021) hampir serempak mengumumkan perpanjangan karantina wilayah atau lockdown dan makin memperketat pembatasan bergerak, di tengah kekhawatiran akan dahsyatnya lonjakan penularan dari varian baru virus Covid-19 yang terdeteksi di Inggris, sementara vaksinasi diperkirakan tidak akan banyak membantu sampai musim semi, demikian dilansir Reuters Kamis, (14/01/2021)

Vaksinasi sedang dilaksanakan di seluruh Eropa namun tidak secepat yang diharapkan, dan efeknya baru bisa dirasakan saat mayoritas penduduk bisa mendapat suntikan pertama.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan Italia memperpanjang keadaan darurat COVID-19 hingga akhir April, karena infeksi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Swiss mengumumkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengatasi varian baru virus COVID-19 dan memperpanjang penutupan restoran, situs budaya dan olahraga selama lima minggu hingga akhir Februari.

Baca Juga: Regulator Uni Eropa Pertimbangkan Gunakan Vaksin Oxford-AstraZeneca

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, negaranya juga kemungkinan harus memperpanjang pembatasan COVID-19 hingga Februari, sambil menekankan perlunya menekan lebih jauh kontak antara manusia untuk menghadang laju penularan varian virus Covid-19 asal Inggris ini.

Kabinet Jerman sudah menyetujui memperketat arus keluar masuk di perbatasan dan mewajibkan orang yang datang dari negara dengan beban kasus tinggi atau di mana varian yang lebih ganas beredar untuk melakukan tes Covid-19.

Penulis : Edwin Shri Bimo


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:31
17 ANGGOTA TIM POSITIF COVID-19, BENFICA MINTA DEPARTEMEN KESEHATAN TUNDA JADWAL PERTANDINGAN SELAMA DUA PEKAN   ANGGOTA BALEG DPR SODIK MUDJAHID: KPU, BAWASLU, DAN DKPP PERLU PENGUATAN UNTUK DUKUNG PENEGAKAN DEMOKRASI   GABUNGAN PENGUSAHA MAKANAN DAN MINUMAN: PENJUALAN PRODUK MAKANAN & MINUMAN KEMASAN ANJLOK 40 PERSEN DI MASA PSBB   KETUA PMI JUSUF KALLA: PENYEDIAAN AIR BERSIH SALAH SATU PRIORITAS PMI PADA SETIAP KEJADIAN BENCANA   PMI SALURKAN 25.000 LITER AIR BERSIH KE SULAWESI BARAT DAN KALIMANTAN SELATAN SETIAP HARI   LAPAN SEBUT FENOMENA PUSARAN ANGIN YANG TERJADI DI WADUK GAJAH MUNGKUR BUKAN PUTING BELIUNG, MELAINKAN TORNADO   KURANGI KEPADATAN JALAN, PEMKOT TANGERANG AKAN BERLAKUKAN SISTEM "LOOPING" DI SIMPANG TIGA GONDRONG   DINKES SULAWESI SELATAN SIAP BANTU TENAGA LAB DI SULBAR UNTUK IDENTIFIKASI PASIEN COVID-19   PASIEN TERUS BERTAMBAH, RSUD CARUBAN JADIKAN BANGSAL ORANG SAKIT JIWA RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BENARKAN SANKSI DENDA PROGRESIF BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI JAKARTA DIHAPUS   TPU SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, HAMPIR PENUH, TERSISA SEKITAR 60 LIANG UNTUK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19   KETUA PMI JATENG: SEBANYAK 871 PENYINTAS COVID-19 DI JAWA TENGAH DONORKAN PLASMA KONVALESEN   SATGAS COVID-19 SEBUT KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI RUMAH SAKIT DI PULAU JAWA MENCAPAI LEBIH DARI 70 PERSEN   BANJIR BANDANG PUNCAK, BOGOR, MENKO PMK MINTA PT PTPN RELOKASI PERMUKIMAN KARYAWAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA