Kompas TV nasional sapa indonesia

Pemerintah Berlakukan PSBB Jawa - Bali dan Lebih Ketat, Apa Bedanya dengan PSBB Transisi?

Rabu, 6 Januari 2021 | 23:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah akan memperketat pembatasan sosial dan aktivitas demi mencegah lonjakan kasus covid-19 yang masif.

Pembatasan lebih ketat ini akan diterapkan di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 Januari mendatang.

Lonjakan kasus covid-19 secara masif secara global terjadi di pekan ini memaksa sejumlah negara menutup total wilayahnya.

Sejumlah negara mewaspadai temuan varian baru corona yang disebut lebih menular.

Indonesia pun telah menutup akses bagi WNA hingga 14 Januari mendatang.

Selain itu, hari ini (06/01) Presiden Joko WIdodo meminta Kepala Daerah, jaga kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto menyebut pembatasan sosial baru akan dimulai tanggal 11 hingga 25 Januari setelah para Gubernur mengeluarkan peraturan.

Lonjakan tinggi penularan varian baru virus corona, diungkap Chief of Mission Kedutaan Besar RI di Bangkok, Thailand.

Menurut Dicky Komar, sebelumnya Thailand mampu mengendalikan jumlah kasus hanya di angka 7 per hari selama pandemi.

Sementara itu, di tahap awal, 3 juta vaksin sinovac saat ini telah didistribusikan ke 32 Provinsi untuk persiapan vaksinasi bagi tenaga kesehatan.

Upaya perlu diupayakan Pemerintah secara komprehensif agar memutus mata rantai covid-19.

Mengapa PSBB ini perlu dilakukan dan apa bedanya dengan penerapan PSBB yang selama ini sudah berjalan.

Kita bahas bersama Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, KPC-PEN, Raden Pardede.

Dan ada anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati.

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:38
INACA MEMPREDIKSI INDUSTRI PENERBANGAN MULAI MEMBAIK PADA AWAL 2022 UNTUK PENERBANGAN DOMESTIK   KETUM INACA DENON PRAWIRAATMADJA: KINERJA INDUSTRI PENERBANGAN DALAM NEGERI MEROSOT TAJAM PADA 2020   LEMBAGA TES MASUK PERGURUAN TINGGI (LTMPT): TINGKAT KEHADIRAN PESERTA UTBK TAHUN INI NAIK DIBANDING 2020   SEBANYAK 80.000 BENIH LOBSTER SENILAI RP 8 MILIAR DIAMANKAN DI BANDARA JUANDA SURABAYA   DISNAKER SURABAYA BENTUK SATGAS DAN POSKO PENGADUAN SOAL THR   PEMPROV DKI MENYATAKAN AKAN TINGKATKAN KOMPOSISI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2021/2022   PENGELOLA BANDARA SOEKARNO-HATTA SEBUT BELUM AKAN TERAPKAN TES GENOSE C19 PADA MEI 2021   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MEMINTA PARA OBLIGOR BLBI SECARA SUKARELA MEMBAYAR UTANG KEPADA NEGARA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: UTANG BLBI KEPADA NEGARA MENCAPAI LEBIH DARI RP 110 TRILIUN   BMKG: MASIH ADA PELUANG CUACA EKSTREM DI WILAYAH BANDUNG DAN SEKITARNYA HINGGA AKHIR APRIL 2021   BNPB: SEPANJANG 2021, SEBANYAK 1.125 BENCANA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 4.225 ORANG: 3.316 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 728 DALAM PERAWATAN   HINGGA 15 APRIL 2021, PASIEN COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.589.359 ORANG, 1.438.254 SEMBUH, DAN 43.073 MENINGGAL DUNIA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA TIM VAKSIN NUSANTARA SEBAIKNYA BERKOORDINASI DENGAN BPOM