Kompas TV bbc bbc indonesia

Bagaimana Corona Mengubah Dunia, Dimulai dari Cara Hidup Kita Semua

Kamis, 31 Desember 2020 | 05:00 WIB

KOMPAS.TV - Pandemi virus Corona telah mengubah cara kita hidup, dengan pembatasan sosial atau 'lockdown' dan menjaga jarak (social distancing).

Satu hal yang tampaknya pasti adalah bahwa kita akan menghabiskan lebih banyak waktu kita secara daring. 

Kita cenderung lebih sedikit bepergian dan banyak melakukan sesuatu dari rumah.

Banyak guru dan siswa menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh untuk pertama kalinya selama pandemi.

Lebih banyak kebebasan bagi siswa untuk belajar kapan pun mereka mau. Sekolah tidak akan hilang dalam waktu dekat, dengan hanya 60% dunia yang memiliki akses ke internet.

Tetapi krisis ini telah menunjukkan bahwa segala sesuatu dapat dimungkinkan terjadi dengan sedikit perencanaan atau keahlian.

Sebelum terjadi pandemi Corona, beberapa ahli mengatakan bahwa hingga setengah dari pekerjaan saat ini dapat menjadi otomatis pada tahun 2055.

Kenyataannya, hal itu nampaknya muncul lebih awal. Kita harus mengubah cara kita melihat pekerjaan dan juga bagaimana kita menghasilkan uang.

Beberapa negara mungkin menanggapi pengangguran yang lebih tinggi dengan memperkenalkan pendapatan dasar bagi semua warga negara.

Ini adalah ketika pemerintah memberikan sejumlah uang kepada semua warganya, untuk hidup dengan standar yang wajar.

Pandemi juga memungkinkan kita untuk mengembangkan solusi baru dan inovatif karena kebutuhan, dan solusi yang pasti akan mengubah cara kita hidup selamanya.

Penulis : Aryo bimo


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:37
17 ANGGOTA TIM POSITIF COVID-19, BENFICA MINTA DEPARTEMEN KESEHATAN TUNDA JADWAL PERTANDINGAN SELAMA DUA PEKAN   ANGGOTA BALEG DPR SODIK MUDJAHID: KPU, BAWASLU, DAN DKPP PERLU PENGUATAN UNTUK DUKUNG PENEGAKAN DEMOKRASI   GABUNGAN PENGUSAHA MAKANAN DAN MINUMAN: PENJUALAN PRODUK MAKANAN & MINUMAN KEMASAN ANJLOK 40 PERSEN DI MASA PSBB   KETUA PMI JUSUF KALLA: PENYEDIAAN AIR BERSIH SALAH SATU PRIORITAS PMI PADA SETIAP KEJADIAN BENCANA   PMI SALURKAN 25.000 LITER AIR BERSIH KE SULAWESI BARAT DAN KALIMANTAN SELATAN SETIAP HARI   LAPAN SEBUT FENOMENA PUSARAN ANGIN YANG TERJADI DI WADUK GAJAH MUNGKUR BUKAN PUTING BELIUNG, MELAINKAN TORNADO   KURANGI KEPADATAN JALAN, PEMKOT TANGERANG AKAN BERLAKUKAN SISTEM "LOOPING" DI SIMPANG TIGA GONDRONG   DINKES SULAWESI SELATAN SIAP BANTU TENAGA LAB DI SULBAR UNTUK IDENTIFIKASI PASIEN COVID-19   PASIEN TERUS BERTAMBAH, RSUD CARUBAN JADIKAN BANGSAL ORANG SAKIT JIWA RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BENARKAN SANKSI DENDA PROGRESIF BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI JAKARTA DIHAPUS   TPU SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, HAMPIR PENUH, TERSISA SEKITAR 60 LIANG UNTUK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19   KETUA PMI JATENG: SEBANYAK 871 PENYINTAS COVID-19 DI JAWA TENGAH DONORKAN PLASMA KONVALESEN   SATGAS COVID-19 SEBUT KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI RUMAH SAKIT DI PULAU JAWA MENCAPAI LEBIH DARI 70 PERSEN   BANJIR BANDANG PUNCAK, BOGOR, MENKO PMK MINTA PT PTPN RELOKASI PERMUKIMAN KARYAWAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA