Kompas TV nasional peristiwa

Kontras: Ada Kejanggalan Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI

Senin, 14 Desember 2020 | 13:33 WIB
kontras-ada-kejanggalan-rekonstruksi-penembakan-laskar-fpi
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil rekonstruksi penembakan yang menewaskan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Kejanggalan itu ditemukan Kontras dari beberapa pernyataan pihak kepolisian yang kontradiktif dengan hasil rekonstruksi yang digelar.

"Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan di polisi, bahwa korban-korban ini meninggal di mobil, terus dia diduga melawan juga, ada sejumlah pernyataan pernyataan kontradiktif," kata Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar, Senin (14/12/2020).

Kejanggalan lainnya, polisi tidak mengundang pihak korban, dalam hal ini FPI, untuk mengawal kasus tersebut.

Baca Juga: Total 58 Adegan di Empat Titik Lokasi Rekonstruksi Bentrok Polisi dengan FPI

Adanya temuan kejanggalan ini membuat Kontras semakin berharap kasus penembakan ini bisa diselesaikan oleh Komnas HAM.

Kontras berharap Komnas HAM mampu melihat kasus ini secara komprehensif.

"Dari keterangan itulah kita merasa benar menolak rekontruksi tersebut dan mengharapkan kasus ini dibuka oleh Komnas HAM," kata Rinvalee.

Kontras sendiri mengakui mendapatkan undangan dari pihak kepolisian untuk menyaksikan rekonstruksi penembakan Laskar FPI di KM50 Tol Cikampek. Namun, Kontras menolak undangan tersebut dengan alasan independensi.

"Kontras sebagai lembaga juga diundang, namun terkesan terburu-buru. Kami khawatir proses rekonstruksi mengalami banyak kejanggalan-kejanggalan lain," katanya.

Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI

Rekonstruksi penembakan Laskar FPI dilakukan oleh pihak kepolisian pada dini hari tadi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, rekonstruksi kasus penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) dilakukan pada waktu yang sama dengan kejadian asli.

Baca Juga: Detik-Detik Anggota FPI Rebut Senjata Polisi Saat dalam Mobil, Akhirnya Ditembak

Hanya saja, pada 7 Desember 2020, cuaca hujan dan sepi. Selain itu, jalanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada penerangan.

Reka ulang yang berlangsung Senin dini hari (14/12/2020) pukul 00.35 WIB ini dilakukan di empat titik. Sebanyak dua titik di Jalan Interchange Karawang Barat dan dua lainnya di ruas Tol Jakarta - Cikampek.

"TKP pertama ada sembilan adegan. TKP kedua sekitar 600 meter setelahnya, empat adegan," kata Argo.

Penulis : Hariyanto Kurniawan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:43
PEMERINTAH MENETAPKAN 1 SYAWAL 1442 HIJRIAH JATUH PADA HARI KAMIS, 13 MEI 2021   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN SEBUT 310 KG SABU YANG DISITA POLISI BERASAL DARI IRAN   POLDA METRO JAYA GAGALKAN PENYELUDUPAN 310 KILOGRAM SABU DARI JARINGAN INTERNASIONAL YANG AKAN DIEDARKAN DI JAKARTA    KADIV HUMAS POLRI JELASKAN HARGA JUAL BELI JABATAN DI KABUPATEN NGANJUK RP 2 JUTA SAMPAI RP 50 JUTA   BARESKRIM POLRI DAN PENYIDIK KPK SITA UANG YANG DIDUGA HASIL SUAP BUPATI NGANJUK SENILAI LEBIH DARI RP 600 JUTA    BARESKRIM POLRI PERIKSA 18 SAKSI DALAM OTT BUPATI NGANJUK NOVI RAHMAN TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP JUAL BELI JABATAN   KPK BUKA KUNJUNGAN BAGI KELUARGA TAHANAN DI RUTAN KPK SAAT HARI RAYA IDUL FITRI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT    KENDARAAN DI LUAR PELAT NOMOR JAWA BARAT MENDOMINASI PENGENDARA RODA DUA YANG MELINTAS DI JALUR PANTURA HARI INI   LEBIH DARI 1.200 KENDARAAN DIPUTAR BALIK DARI TITIK SEKAT KEDUNGWARINGIN, KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT   HINDARI KERUMUNAN SAAT IDUL FITRI, PEMPROV DKI TUTUP SEMENTARA AKTIVITAS ZIARAH DI 82 TPU PADA 12-16 MEI 2021    IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL NASARUDIN UMAR MINTA MAAF KEPADA JEMAAH ATAS PEMBATALAN SHALAT ID DI ISTIQLAL TAHUN INI   PENULARAN COVID-19 MASIH TINGGI DI DKI, MASJID ISTIQLAL BATALKAN PELAKSANAAN SHALAT IDUL FITRI 1442 HIJRIAH   PEMPROV DKI SEBUT PENUTUPAN TPU HANYA BERLAKU UNTUK ZIARAH, PELAYANAN PENGUBURAN JENAZAH TETAP DIBUKA   VAKSIN TAK JAMIN BEBAS COVID-19, DOKTER SUKARELAWAN COVID-19 FAJRI ADDAI IMBAU MASYARAKAT PATUHI LARANGAN MUDIK