Kompas TV internasional kompas dunia

9 Polisi Dihukum Penjara di Mesir Karena Pukuli Pedagang Kaki Lima Hingga Mati

Minggu, 13 Desember 2020 | 04:09 WIB
9-polisi-dihukum-penjara-di-mesir-karena-pukuli-pedagang-kaki-lima-hingga-mati
Dalam foto 6 Februari 2016 ini, pelayat memegang slogan pada acara nyala api untuk mahasiswa pascasarjana Italia Giulio Regeni yang terbunuh di depan kedutaan Italia di Kairo, Mesir. Jaksa penuntut Italia pada hari Kamis, 10 Desember 2020 secara resmi menempatkan tiga anggota senior pasukan keamanan nasional Mesir dan satu petugas polisi dalam penyelidikan atas penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan tahun 2016 terhadap seorang pemuda Italia yang melakukan penelitian doktoral di Kairo, Giulio Regeni. Tulisan Arab di poster berbunyi, Giulio adalah salah satu dari kami dan terbunuh seperti kami (Sumber: AP Photo/Amr Nabil, file)

KAIRO, KOMPAS TV – Pengadilan di Mesir hari Sabtu (12/12/2020) menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun bagi sembilan polisi setelah terbukti memukuli seorang pedagang kaki lima hingga tewas di tahanan polisi.

Associated Press melaporkan, Pengadilan Kriminal Kairo dalam persidangan juga memutuskan seorang polisi tidak bersalah dan membebaskan polisi tersebut. Kasus ini bermulai tahun 2016 saat Magdy Maken, seorang penjual ikan eceran, ditahan polisi menyusul saling ngotot dengan seorang polisi di perumahan kelas menengah Kairo, el-Ameriyah.

Beberapa jam setelah ditahan, mayat Maken dibawa ke rumah sakit dan jasad Maken diidentifikasi memiliki banyak “tanda penyiksaan,” demikian dituturkan pengacara keluarga Maken, Ali al-Halawani kepada Associated Press.

Para terpidana, termasuk seorang kapten polisi, pingsan di ruang pengadilan dan beberapa dari mereka menangis sesenggukan setelah hakim menjatuhkan putusan.

Baca Juga: Berdandan Bak Warga Mesir Kuno di Depan Piramid, Influencer TikTok Ditangkap

Terlepas dari keputusan itu, jaksa dan pengacara masih dapat naik banding ke pengadilan yang lebih tinggi.

Kematian pedagang eceran beragama Kristen Koptik itu menyulut kemarahan publik atas penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan kepolisian.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:20
KEPALA DINAS PERHUBUNGAN DKI: SURAT IZIN KELUAR MASUK (SIKM) TIDAK BERLAKU LAGI MULAI SELASA, 18 MEI 2021    GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: SAAT INI TIDAK ADA KABUPATEN ATAU KOTA DI JABAR BERSTATUS ZONA MERAH COVID-19    GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TEGASKAN TIDAK MELARANG WARGA DARI DAERAH UNTUK MASUK JAKARTA    PT KAI: KEDATANGAN PENUMPANG KA JARAK JAUH DI JAKARTA TERPANTAU LANDAI   SEKJEN ORGANISASI PEKERJA NILAI PEMERINTAH PERLU TINJAU ULANG HARGA DAN TARIF PELAYANAN VAKSINASI GOTONG ROYONG   PEMERINTAH TETAPKAN HARGA PEMBELIAN VAKSIN GOTONG ROYONG RP 321.660 PER DOSIS & TARIF PELAYANAN VAKSINASI RP 117.910   OPERASI KETUPAT DIPERPANJANG HINGGA 24 MEI, ADA 14 TITIK PENYEKATAN DI JABODETABEK   POLDA METRO JAYA: OPERASI KETUPAT DALAM PENANGANAN COVID-19 DI MASA LIBUR LEBARAN DIPERPANJANG HINGGA 24 MEI 2021   KASUS KERUMUNAN DI MEGAMENDUNG, JPU TUNTUT RIZIEQ SHIHAB 10 BULAN PENJARA DAN DENDA RP 50 JUTA   KETUA SATGAS: MASYARAKAT BARU BISA MERASA NYAMAN APABILA KASUS PENULARAN COVID-19 DAPAT TERUS TERKENDALI   KETUA SATGAS DONI MONARDO: HAMPIR SEMUA WILAYAH PULAU SUMATERA ZONA MERAH DAN ORANYE COVID-19   DINAS PERHUBUNGAN DKI JAKARTA GELAR PENYEKATAN PERGERAKAN ORANG SAMPAI 24 MEI 2021   DISHUB DKI PASTIKAN KEAMANAN PELAYARAN WISATA DARI JAKARTA MENUJU KEPULAUAN SERIBU   ANTISIPASI LONJAKAN COVID-19, PEMKOT TANGERANG SIAPKAN ENAM RUMAH ISOLASI TERKONSENTRASI (RIT)