Kompas TV bbc bbc indonesia

Vaksin Covid-19 Butuh Kerja Sama Antar Negara di Dunia

Kamis, 10 Desember 2020 | 18:32 WIB

Kompas.TV - Vaksin mencegah penyakit dengan cara meniru infeksi penyakit. 

Melatih daya tahan tubuh untuk mengenali, mengingat dan melawan penyakit sebelum infeksi asli terjadi. 

Membuat vaksin covid-19 sangat di perlukan untuk mengakhiri social distancing, melindungi daya tahan tubuh yang lemah, dan memungkinkan mengakhiri covid-19. 

Jadi sangat penting untuk membuat nya secepat mungkin.

Bagaimana cara mereka membuat vaksin ini?

Di masa lalu vaksin dibuat dengan cara melemahkan penyakit sehingga daya tahan tubuh kita dengan mudah melawan penyakit ini.

Tubuh akan membuat anti-bodi yang menyerang virus ini, anti-bodi ini akan tersedia untuk penyakit yang sesungguhnya di masa depan.

Metode ini sudah terbukti bekerja dan menghasilkan beberapa vaksin terbaik. 

Tetapi hal ini tidak memungkinkan karena covid-19 akan menginfeksi manusia jika virusnya tidak cukup dilemahkan. 

Para ilmuwan sudah jauh berkembang dari saat cara lama ditemukan. 

Jadi para ilmuwan bisa mencoba metode baru, ini di mulai ketika para ilmuwan sudah memetakan urutan genetik virus Corona di bulan Januari.

Idenya adalah membuat simulasi reaksi sebagian dari cara kerja virus.

Salah satu metodenya adalah memasukan banyak protein duri tajam ke dalam tubuh untuk merangsang pembentukan anti-bodi yang akan membunuh protein tersebut.

Metode ini sudah digunakan untuk membuat vaksin SARS di 2006.

Semua metode harus dites, dites ulang bahkan di tes lanjutan sebelum bisa digunakan. 

Membuat vaksin dalam skala miliaran dosis harus di buat.

Hal ini hanya bisa dilakukan bila negara-negara bekerja sama, banyak negara sudah membagikan hasil riset dan dana.

Tetapi pembicaraan di bulan April ada beberapa pemain besar tidak hadir yaitu US, China, Rusia, India. 

Hal ini berimplikasi bagaimana masa depan vaksin untuk semua orang.
 

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

Spanyol Punya 11 Kawasan Vulkanik

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19