Kompas TV nasional peristiwa

Penyidik Dihadang FPI, Kapolda Metro Jaya: Negara Tak Boleh Kalah dengan Premanisme dan Intoleran

Sabtu, 5 Desember 2020 | 00:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan akan menindak tegas Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berperilaku seperti preman.

Kapolda Metro Jaya menyatakan negara tidak boleh kalah dengan premanisme, radikalisme, dan intoleransi.

Pernyataan Kapolda Metro Jaya ini disampaikan saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/12/20).

"Alhamdulillah situasi Jakarta terkendali sampai dengan hari ini. Kami akan terus melakukan penegakan hukum khususnya terhadap ormas-ormas yang berperilaku seperti preman. Negara ini tidak boleh kalah dengan premanisme, radikalisme, dan intoleransi. Dan semua ormas yang berperilaku seperti preman akan kami tindak tegas," ujar Kapolda.

Penegasan Kapolda Metro Jaya ini setelah terjadinya insiden penghadangan penyidik saat memberikan surat panggilan pemeriksaan kepada pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas, soal kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Saat itu, Kepala Sub Direktorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Kasubdit Kamneg Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah sempat dihadang oleh laskar FPI saat akan memberikan surat panggilan ke kediaman Rizieq Shihab.

Setelah bernegosiasi, ia berhasil mengantarkan surat panggilan tersebut dan diterima oleh keluarga Rizieq Shihab.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:41
ARMADA KAPAL INDUK ANGKATAN LAUT AMERIKA SERIKAT MEMASUKI LAUT CHINA SELATAN   TERDAMPAK PANDEMI, DISNEYLAND PARIS TUNDA PEMBUKAAN HINGGA APRIL 2021   ISRAEL BUKA KEDUTAAN PERTAMA DI UNI EMIRAT ARAB   WABUP BANTUL, DIY, ABDUL HALIM MUSLIH, POSITIF COVID-19 BERDASARKAN PEMERIKSAAN TES CEPAT ANTIGEN   SEBANYAK 20 NARAPIDANA DAN PEGAWAI LAPAS NARKOTIKA CIREBON POSITIF TERINFEKSI KORONA   BPBD LEBAK, BANTEN, INGATKAN WARGA UNTUK WASPADA BANJIR DAN LONGSOR   PETUGAS TRANSJAKARTA TANGKAP PRIA YANG MENCURI CAIRAN PEMBERSIH TANGAN   PSBB JAKARTA DIPERPANJANG, RESTORAN DAN WARUNG MAKAN BOLEH BUKA MELAYANI TAMU HINGGA PUKUL 20.00 WIB   KPK PANGGIL 6 SAKSI DALAM KASUS MERINTANGI PENYIDIKAN MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI   MULAI 5 FEBRUARI 2020, PT KAI BERLAKUKAN PEMERIKSAAN COVID-19 DI STASIUN MENGGUNAKAN GENOZE   EPIDEMIOLOG DICKY BUDIMAN SEBUT TES KORONA TIDAK HENTIKAN PENULARAN, TAK BISA JADI ALASAN GELAR ACARA   EPIDEMIOLOG GRIFFITH UNIVERSITY AUSTRALIA DICKY BUDIMAN INGATKAN MASYARAKAT TETAP DI RUMAH MESKI SUDAH TES KORONA   TIM RISET UJI KLINIS VAKSIN SINOVAC MINTA FASKES ANTISIPASI KEJADIAN SYOK PASCAVAKSINASI KORONA   POLRI BERENCANA MELANTIK KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SEBAGAI KAPOLRI PADA 27 JANUARI 2021