Kompas TV nasional hukum

Prabowo Marah Ungkit Masa Lalu Edhy: Anak yang Diangkat dari Selokan 25 Tahun Lalu

Jumat, 4 Desember 2020 | 23:17 WIB
prabowo-marah-ungkit-masa-lalu-edhy-anak-yang-diangkat-dari-selokan-25-tahun-lalu
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam unggahan foto di Instagramnya (25/9/2020) (Sumber: INSTAGRAM/ PRABOWO)

JAKARTA, KOMPAS TV - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, disebut marah besar karena kadernya yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terjerat kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Tak hanya itu, Prabowo juga sempat mengungkit masa lalu Edhy Prabowo sebelum memperoleh jabatan baik di Partai Gerindra maupun pemerintahan.

Baca Juga: Ngabalin Bantah Terlibat Kasus Edhy Prabowo, 2 Penyebar Informasi Dilaporkan

Kemarahan Prabowo Subianto itu diungkapkan oleh sang adik Hashim Djojohadikusumo. Hashim ditemani pengacara kondang Hotman Paris menggelar jumpa persnya pada Jumat, 4 Desember 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim mengatakan, Prabowo sangat kecewa dengan Edhy karena merasa telah dikhianati. Itu lantaran dipercaya mengemban jabatan, namun disalahgunakan untuk korupsi.

“Pak Prabowo sangat marah, sangat kecewa, merasa dikhianati," kata Hashim kepada wartawan di Jet Ski Cafe, di kawasan Pantai Mutiara, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Hotman Paris Ditunjuk Ponakan Prabowo untuk Hadapi Tuduhan Ekspor Benur

Penulis : Tito Dirhantoro


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:22
BUPATI MANGGARAI TIMUR POSITIF COVID-19 TANPA GEJALA DAN TENGAH JALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH DINAS   PB IDI JUGA MINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN COVID-19 SECARA BERKALA   KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, PB IDI MEMINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH TENAGA KESEHATAN   HINGGA SAAT INI, PALANG MERAH INDONESIA PUNYA 64 ALAT UNTUK AMBIL DONOR PLASMA KONVALESEN BAGI PENYINTAS COVID-19   MENKEU SRI MULYANI MEMPERINGATKAN MASALAH DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19 BISA JADI KRISIS MORAL DUNIA   SATGAS COVID-19: KASUS MINGGUAN DI INDONESIA PADA 11-17 JANUARI 2021 MENCAPAI PUNCAK TERTINGGI SELAMA PANDEMI   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO SEBUT VAKSINASI MANDIRI HARUS GUNAKAN VAKSIN YANG MEMILIKI IZIN BPOM   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO: HINGGA SAAT INI RENCANA VAKSINASI MANDIRI MASIH DALAM TAHAP PEMBAHASAN   JELANG “FIT & PROPER TEST”, CALON KAPOLRI KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SERAHKAN NASKAH MATERI KE KOMISI III DPR   BAWASLU: ADA 917 PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA SELAMA PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020   KEMENKES: SAAT INI SUDAH ADA DUA RUMAH SAKIT DAN KRI DR SOEHARSO YANG BEROPERASI DI MAMUJU, SULBAR   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM DVI POLRI TELAH MENGIDENTIFIKASI 40 JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182   BASARNAS: HINGGA 19 JANUARI 2021, KORBAN MENINGGAL GEMPA SULBAR BERTAMBAH MENJADI 90 ORANG   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM SAR MELAKUKAN PENCARIAN TERHADAP 20 SEKTOR DI 4 KELURAHAN TERDAMPAK GEMPA SULBAR