Kompas TV nasional sapa indonesia

Data Kasus Harian Corona Dinilai Masih Simpang Siur, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Jumat, 4 Desember 2020 | 23:51 WIB

KOMPAS.TV - Di tengah tingginya lonjakan kasus harian positif corona, Presiden Joko Widodo mengklaim, mitigasi pandemi virus corona mulai membuahkan hasil, salah satu indikatornya  adalah kasus aktif covid 19 yang lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Namun demikian kasus harian positif corona di Tanah Air beberapa pekan terakhir  mencatat angka tertinggi.

Misalnya pada 27 Nomber lalu, kasus harian positif corona mencapai 5.828 kasus.

Kemudian pada 29 November, kasus harian sebanyak 6.267 kasus.

Dan kasus harian positif corona paling tinggi terjadi pada 3 Desember dimana angkanya mencapai 8.369 kasus.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan, terdapat perbedaan data penambahan kasus corona Jateng, pada 29 November 2020.

Data satgas  covid-19 menunjukkan angka 2.036. Sedangkan data Pemprov Jawa Tengah, menunjukkan penambahan 844.

Satgas Covid-19 menegaskan meledaknya kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir tak bisa ditolerir.

Satgas menyebut, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan semakin menurun.

Tim Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah menyebutkan jika masyarakat  perlu mengetahui jika data harian covid-19 bukan berarti kasus yang benar-benar terjadi pada hari itu, melainkan data yang dilaporkan adalah data yang terkonfirmasi positif covid-19. Jadi memang penyajian data nya masih dalam sistem akumulasi.

Selain itu, Epidemiolog UI, Tri Yunis Miko juga menyebutkan jika saat ini baik masyarakat maupun pemerintah harus sama-sama evaluasi seperti kenaikan kasus corona datanya haruslah aktual dan transparan, pelayanan kesehatan juga harus dilakukan pengecekan ketersediaan dan keterisian ruang isolasi dan perawatan serta tindak tegas terhadap masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Pemerintah harus lebih serius melakukan manajemen penanganan pandemi,sementara masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga penambahan kasus harian positif corona bisa terus ditekan.

Penulis : Anjani Nur Permatasari


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:38
BUPATI MANGGARAI TIMUR POSITIF COVID-19 TANPA GEJALA DAN TENGAH JALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH DINAS   PB IDI JUGA MINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN COVID-19 SECARA BERKALA   KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, PB IDI MEMINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH TENAGA KESEHATAN   HINGGA SAAT INI, PALANG MERAH INDONESIA PUNYA 64 ALAT UNTUK AMBIL DONOR PLASMA KONVALESEN BAGI PENYINTAS COVID-19   MENKEU SRI MULYANI MEMPERINGATKAN MASALAH DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19 BISA JADI KRISIS MORAL DUNIA   SATGAS COVID-19: KASUS MINGGUAN DI INDONESIA PADA 11-17 JANUARI 2021 MENCAPAI PUNCAK TERTINGGI SELAMA PANDEMI   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO SEBUT VAKSINASI MANDIRI HARUS GUNAKAN VAKSIN YANG MEMILIKI IZIN BPOM   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO: HINGGA SAAT INI RENCANA VAKSINASI MANDIRI MASIH DALAM TAHAP PEMBAHASAN   JELANG “FIT & PROPER TEST”, CALON KAPOLRI KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SERAHKAN NASKAH MATERI KE KOMISI III DPR   BAWASLU: ADA 917 PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA SELAMA PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020   KEMENKES: SAAT INI SUDAH ADA DUA RUMAH SAKIT DAN KRI DR SOEHARSO YANG BEROPERASI DI MAMUJU, SULBAR   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM DVI POLRI TELAH MENGIDENTIFIKASI 40 JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182   BASARNAS: HINGGA 19 JANUARI 2021, KORBAN MENINGGAL GEMPA SULBAR BERTAMBAH MENJADI 90 ORANG   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM SAR MELAKUKAN PENCARIAN TERHADAP 20 SEKTOR DI 4 KELURAHAN TERDAMPAK GEMPA SULBAR