Kompas TV nasional sapa indonesia

Tegas! MUI Dukung Upaya Polisi dalam Mengusut dan Menindak Pelaku Penyeru Azan Jihad

Jumat, 4 Desember 2020 | 23:00 WIB

KOMPAS.TV - Polisi terus memburu para pelaku dan penyebar video yang mengubah lafal azan hingga viral di media sosial.

Satu orang yang ditangkap adalah pelantun lafal azan jihad berinisial SYM yang diamankan Bareskrim Polri dari Cibadak, Sukabumi Jawa Barat, jumat, 4 desember 2020.

Pelaku telah berstatus sebagai tersangka dan dijerat pasal dugaan kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menangkap orang berinisial H yang diduga menyebar video tersebut di Kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis lalu (3/12/2020).

MUI menegaskan, tidak boleh ada penambahan seruan jihad dalam kumandang azan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam soleh menyatakan, azan sebagai panggilan untuk memberitahu waktu shalat.

"Adzan itu adalah panggilan Suci untuk kepentingan ibadah, sifatnya yg sudah diberikan tuntunan untuk pelaksanaan dan juga lafadz-lafadz yang  diucapkan. Karenanya tidak ada ruang untuk inovasi dan kreativitas di dalam melaksanakan ibadah azan", ungkap Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh kepada Kompas TV.

MUI juga menekankan, saat ini Indonesia tengah berada dalam kondisi damai, bukan dalam keadaan perang.

"Dalam situasi yg skrg, kita berada di dalam situasi yg damai maka tidak tepat menyeru jihad di dalam pengertian peperangan", tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sekelompok jamaah yang hendak salat viral di media sosial.

Dalam video tersebut, muazin mengganti lafal "hayya ala al-solah" menjadi "hayya ala al-jihad".

"Ini lagi didalami, karena yang kita khawatirkan dalam satu hari serentak (video azan), ada di Jabar maupun daerah lain. Nah, tentunya Jawa Barat akan fokus untuk menyelidiki siapa yang menyuruh dan siapa yang memviralkan," kata Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago 

Penulis : Anjani Nur Permatasari


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

PPKM, Pelaku Kuliner Buka Lebih Awal

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:10 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
15:21
HARI KE-11, TIM SAR GABUNGAN PERSEMPIT PENCARIAN SRIWIJAYA AIR SJ-182 DI BAWAH LAUT   MENDAGRI MINTA DUKUNGAN POLRI DALAM HADAPI SENGKETA HASIL PILKADA 2020 DI MK   PRESIDEN JOKOWI PASTIKAN WARGA YANG RUMAHNYA TERDAMPAK GEMPA SULBAR DIBANTU HINGGA RP 50 JUTA   POLISI USUT IZIN PERUMAHAN SBG DAN PONDOK DAUD DI LOKASI LONGSOR SUMEDANG   ISTANA MENGAKU TAK TAHU MENKO PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO PERNAH POSITIF COVID-19   SEBANYAK 3.464 TENAGA KESEHATAN DI KOTA JAYAPURA MULAI DIVAKSIN COVID-19    IDI DUKUNG VAKSINASI MANDIRI UNTUK PERCEPAT TARGET VAKSINASI NASIONAL    JUBIR VAKSINASI COVID-19: VAKSINASI MANDIRI BELUM DIBAHAS LEBIH LANJUT, MASIH FOKUS VAKSINASI DARI PEMERINTAH    MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA SINERGI KEMENDAGRI DAN POLRI DIPERKUAT   MENAG YAQUT CHOLIL QOUMAS: PERKIRAAN PEMBERANGKATAN HAJI 2021 KLOTER PERTAMA 15 JUNI   PANDEMI COVID-19 BELUM REDA, KEMENAG SIAPKAN TIGA OPSI KEBERANGKATAN JEMAAH HAJI 2021   MENTERI AGAMA YAQUT CHOLIL QOUMAS BENTUK TIM MANAJEMEN KRISIS HAJI   GUBERNUR JABAR: KOTA BEKASI PALING TAAT PROTOKOL KESEHATAN SE-JABAR, DEPOK PALING TIDAK TAAT   JUBIR SATGAS COVID-19 MALUKU: VAKSINASI COVID-19 TAHAP PERTAMA DI 10 KABUPATEN/KOTA DIMULAI FEBRUARI 2021