Kompas TV regional berita daerah

Misteri Pembunuhan Wanita di Kebun Salak Sleman Terkuak Setelah 7 Tahun Berlalu

Jumat, 4 Desember 2020 | 10:03 WIB
misteri-pembunuhan-wanita-di-kebun-salak-sleman-terkuak-setelah-7-tahun-berlalu
Ilustrasi pembunuhan wanita di kebun salak Sleman tujuh tahun lalu (Sumber: Kompas.Com/Handout)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Setelah tujuh tahun berlalu, kasus pembunuhan wanita di kebun salak Sleman pun akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan wanita di kebun salak Sleman itu berhasil dibekuk polisi.

Kasus pembunuhan wanita di kebun salak Sleman itu berawal pada Februari 2013. Satu hari setelah kejadian, seorang pemilik kebun salak bernama Sarjono (55) yang sedang memetik buah salak menemukan jasad wanita mengenakan daster tertutup daun salak yang rimbun.

Baca Juga: Pembunuhan Wanita Dalam Kardus, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Pemilik kebun itu menceritakan soal temuannya kepada warga dan mereka bersama-sama melaporkan penemuan jasad wanita itu ke Polsek Pakem Sleman.

“Kami baru bisa mengungkap kasus ini sekarang akrena selama tujuh tahun sulit memperoleh identitas korban,” ujar Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria, dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (3/12/2020).

Saat ditemukan jasad wanita di kebun salak Sleman itu sudah dalam kondisi rusak. Terlebih, tidak ada laporan kehilangan dari keluarga korban saat itu.

Polisi menemukan pelaku berdasarkan keterangan saksi terkait ciri-ciri tersangka yang terakhir kali bersama dengan korban. Identitas jasad wanita di kebun salak tujuh tahun lalu itu pun berhasil terkuak setelah polisi menangkap pelaku.

Penulis : Switzy Sabandar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:10
POLISI SELIDIKI UNSUR PIDANA IZIN 2 PERUMAHAN DI LOKASI LONGSOR SUMEDANG   KPK PERPANJANG MASA PENAHANAN MANTAN MENTERI KP EDHY PRABOWO 30 HARI   KASUS PROYEK JEMBATAN WATERFRONT CITY, KPK DALAMI DUGAAN KETERLIBATAN EKS BUPATI KAMPAR JEFRY NOER   KASUS SUAP BANSOS, KPK DALAMI DUGAAN PEMBERIAN UANG KE SEJUMLAH PIHAK DI KEMENSOS   KOMPOLNAS MINTA PUBLIK TAK SALAH TAFSIRKAN PAM SWAKARSA YANG INGIN DIHIDUPKAN LAGI OLEH KOMJEN LISTYO SIGIT   FORMULA E 2021 RESMI DITUNDA, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN JAMIN "COMMITMENT FEE" RP 560 MILIAR TAK HILANG   OMBUDSMAN: ADA POTENSI KENAIKAN PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DENGAN DIHAPUSNYA DENDA PROGRESIF   SATGAS COVID-19 MALUKU PASTIKAN FASILITAS KESEHATAN UNTUK PASIEN COVID-19 AMAN   KEMENKES: SEBANYAK 20.154 TENAGA KESEHATAN BELUM BISA DISUNTIK VAKSIN COVID-19   KEMENDAGRI MINTA PEMDA DUKUNG VAKSINASI COVID-19 LEWAT ALOKASI ANGGARAN APBD   JUBIR VAKSINASI: TENAGA KESEHATAN YANG TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA VAKSINASI COVID-19 TAK LAGI TERIMA SMS   WAGUB JATIM EMIL DARDAK: KASUS COVID-19 DI JAWA TIMUR MELONJAK 3 KALI LIPAT   PEMPROV DKI SIAPKAN LAHAN 1,2 HEKTAR DI SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, UNTUK PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN COVID-19   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL USUL DATA PENERIMA VAKSIN COVID-19 DIATUR PEMDA