Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ikan Gabus Hias Jadi Primadona Baru

Senin, 30 November 2020 | 09:46 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Ikan gabus selama ini dikenal masyarakat sebagai ikan konsumsi yang bergizi tinggi. Namun siapa sangka, sejumlah spesies ikan gabus justru dijadikan ikan hias karena keindahan warna dan bentuknya.

Di kota Palembang, para pemelihara ikan gabus hias berkumpul dalam sebuah even bertajuk Channa Maru Contest.

Kontes ini diikuti sedikitnya 40 ekor ikan gabus hias yang bertanding dalam lima kelas mulai dari ukuran kecil hingga sedang.

Dalam kontes ikan gabus, penilaian diberikan berdasarkan keindahan warna, corak bunga, anatomi tubuh dan mental ikan.

Ini adalah kontes pertama ikan gabus hias yang pertama dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, mencuci tangan dan diukur suhu tubuh.

Sejak awal 2020 saat pandemi Covid-19, pamor ikan gabus hias beranjak naik dan menjadi penghuni baru di akuarium pecinta ikan hias.

Keunikan warna dan coraknya menjadi daya tarik tersendiri serta menjanjikan peluang bisnis.

Bibit ikan gabus hias dihargai mulai dari puluhan ribu rupiah per ekor.

Bila sudah berukuran besar, harganya dapat mencapai jutaan rupiah. Perawatan ikan gabus hias pun cukup sederhana hanya dengan menjaga kualitas air dan memberi pakan hidup. 

Penulis : Sadryna Evanalia


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Gunakan Obat Tidur Ayah Cabuli Anak

Selasa, 26 Januari 2021 | 02:46 WIB
Berita Daerah

Pemuda Tenggelam Ditemukan Tewas

Selasa, 26 Januari 2021 | 02:37 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
04:02
KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, TAMAN NASIONAL KELIMUTU TUTUP SELAMA 14 HARI   KEMENHUB REALOKASI ANGGARAN 2021 SEBESAR RP 12,44 TRILIUN UNTUK PEMBELIAN VAKSIN COVID-19   POLISI: PEMBUAT SURAT HASIL TES COVID-19 PALSU TIMBULKAN KLASTER COVID-19 DI PESAWAT   PEMKOT BOGOR SEDIAKAN RUMAH SAKIT DARURAT BAGI PASIEN COVID-19 YANG BERGEJALA RINGAN DENGAN KOMORBID   MENDAGRI TITO KARNAVIAN APRESIASI MENKES BUDI GUNADI GUNAKAN DATA KPU UNTUK BASIS DATA PROGRAM VAKSINASI   BARESKRIM POLRI MASIH PROSES LAPORAN PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII TERHADAP RIZIEQ SHIHAB SOAL LAHAN PESANTREN   POLISI SEBUT PERUMAHAN DI LOKASI LONGSOR SUMEDANG, JABAR, YANG TEWASKAN 40 ORANG LANGGAR ATURAN   JUBIR SATGAS: KASUS COVID-19 HAMPIR CAPAI 1 JUTA, TETAPI KESEMBUHAN MELEBIHI 80 PERSEN   KOORDINATOR RSD WISMA ATLET: SEBANYAK 582 TENAGA KESEHATAN SUDAH DISUNTIK VAKSIN COVID-19   KASUS COVID-19 MENINGKAT, PEMKOT BEKASI PERPANJANG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT HINGGA 30 HARI   KEMENKO PEREKONOMIAN: PEMERINTAH PERTIMBANGKAN VAKSINASI MANDIRI OLEH PERUSAHAAN, ASAL TIDAK BEBANI KARYAWAN   WAKIL KETUA DPRD DKI MOHAMAD TAUFIK MINTA GUBERNUR ANIES BASWEDAN SEGERA TUNJUK PEJABAT SEBAGAI WALKOT JAKSEL   KASUS SUAP BANSOS, KPK DALAMI PEMBERIAN UANG KE DIRJEN LINJAMSOS DAN PIHAK LAIN DI KEMENSOS   KPK: HASIL AUDIT BPKP DIPERLUKAN UNTUK MEMVERIFIKASI KEWAJARAN HARGA BANSOS YANG DIBERIKAN KE MASYARAKAT