Kompas TV regional berita daerah

Melonjak Saat Pendemi Dan Beresiko Ganggu Kesehatan

Kamis, 26 November 2020 | 15:49 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kasus pernikahan dini di makasasr selama pandemi korona melonjak . Puluhan anak terpaksa menikah dini , karena alasan hamil di luar nikah . Pengawasan orang tua pun di pertanyakan , apalagi nikah dini menimbulkan ancaman kesehatan bagi ibu dan anak .

Demostrasi menolak pernikahan dini masih terus digaungkan . Mereka yang sadar resiko pernikahan dini , terus bersuara agar kasus pernikahan dini bisa ditiadakan .

Namun faktanya berbeda , kasus pernikahan dini masih terus terjadi , bahkan di kota metropolitas seperti makassar .  

Pandemi korona ternyata membuat jumlah kasus pernikahan dini melonjak . Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak mencatat , kasus pernikahan dini mencapai 52 kasus . Minimnya pengawasan orang tua disebut jadi pemicu , kasus nikah dini berulang .

Kenapa ini, ini wilayah dg ..apa sebabnya krn tdk ada aktivitas, tao kr di rumah. ada pengawasan yg tidak berjalan oleh orang tua..ko bisa ketemu anaka2” ungkap andi tenri palallo, kepala dinas pemberdayaan perempuan dan anak kota makassar

Pernikaha dini memang jadi salah satu masalah kota makassar . Bukan cuma soal budaya , tapi kemiskinan juga ambil bagian dalam melonjaknya kasus pernikahan dini .

Pernikaha dini selalu jadi pertentangan , pasalnya nikah dini memicu berbagai masalah , termasuk kesehatan ibu dana anak .

Ini urusan masingmasing orang anak dilindungi,sama dengan matikan anak.kesehatan repsoduksi.masih anak2 kurang gizi stanting “pungkas andi tenri palallo

Regulasi sebenarnya telah melarang kasus pernikahan dini . Namun jika tak dibarengi dengan kesadaran warga , maka kasus pernikahan dini tetap akan terjadi .


#PERNIKAHANDINI

#P2TP2A
#PPPA

 

Penulis : KompasTV Makassar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:24
PM BORIS JOHNSON: VARIAN BARU COVID-19 DARI INGGRIS BERPOTENSI LEBIH MEMATIKAN   PEMKAB SLEMAN PULANGKAN PENGUNGSI AKIBAT AKTIVITAS GUNUNG MERAPI PADA 26 JANUARI 2021   POLDA ACEH SEBUT 5 TERDUGA TERORIS MASIH JALANI PEMERIKSAAN SEBELUM DIBAWA KE MABES POLRI   DENSUS 88 SITA BUKU KAJIAN ISIS DAN DOKUMEN BERISI ANCAMAN TARGET TEROR DARI PENANGKAPAN 5 TERDUGA TERORIS DI ACEH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT ASN YANG TERBUKTI MENJADI TERORIS AKAN DIPECAT   POLDA METRO JAYA TARGETKAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK TERPASANG PADA 2021   KPAI MENILAI KEGIATAN BELAJAR JARAK JAUH MENCIPTAKAN KESENJANGAN ANTARMURID UNTUK DAPAT MENGAKSES PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT PANDJAITAN JADI KANDIDAT TUNGGAL KETUM PB PASI 2021-2025   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADAI POTENSI CUACA EKSTREM HINGGA FEBRUARI 2021   DRAF UU PEMILU MENGATUR LARANGAN BAGI MANTAN ANGGOTA HTI MENJADI CALON PESERTA DI PILKADA, PILEG, DAN PILPRES    DRAF UU PEMILU MENGATUR PILKADA 2022 BISA DITUNDA JIKA TERJADI BENCANA ALAM DAN NONALAM   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT WHO KEMBALI MENEGASKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER CEGAH PENULARAN COVID-19   WAKETUM PAN YANDRI SUSANTO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DAN JALANI ISOLASI MANDIRI   KETUA RISET UJI KLINIS VAKSIN MENGATAKAN 7 DARI 1.820 PESERTA UJI KLINIS POSITIF COVID-19