Kompas TV nasional berita kompas tv

Bicara Soal Fenomena Rizieq Shihab, Jusuf Kalla: Ada yang Salah dengan Sistem Demokrasi Indonesia

Minggu, 22 November 2020 | 22:21 WIB

KOMPAS.TV - Dukungan terhadap kehadiran Habib Rizieq Shihab di sejumlah wilayah dan juga adanya penyambutan yang dipenuhi pendukungnya saat tiba di Indonesia beberapa waktu lalu dikomentari oleh Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) dalam sebuah acara diskusi virtual. 
    
Pengamat politik tak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan itu dan menilai pernyataan Jusuf Kalla bernuansa politis.

JK mengatakan persoalan Habib Rizieq ini terjadi karena  adanya  kekosongan kepemimpinan yang mampu menyerap aspirasi  masyarakat. Menurutnya apsirasi pendukung Rizieq ini tak tertampung oleh partai politik atau wakil rakyat yang ada DPR.

“Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Masalah Rizieq itu jadi indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita,” katanya dalam Webinar Kebangsaan, dikutip dari YouTube PKSTV, Jumat (20/11/2020).

Hal tersebut, katanya, lama kelamaan bisa mengembalikan demokrasi Indonesia menjadi ‘demokrasi jalanan’ karena masyarakat kecewa.

JK pun mengkritisi para pemimpin yang dipilih oleh rakyat tetapi enggan mendengarkan aspirasi rakyat.

“Jangan sampai kita kembali lagi ke demokrasi jalanan, ini bisa kembali apabila wakil-wakil yang dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi seperti itu," ujarnya. 

Lebih lanjut, dia menilai ada kekosongan sistem atau cara berdemokrasi yang harus diperbaiki khususnya yang terkait dengan ideologi keislaman yang diisi oleh ketokohan Rizieq Shihab.

Menurut JK, persoalan Habib Rizieq merupakan suatu indikator bahwa proses sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia harus diperbaiki.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percaya DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercayai partai-partai, khususnya partai Islam untuk mewakili masyarakat itu, kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan, yang punya aspirasi," papar JK. 
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:21
RSU KOESNADI BONDOWOSO, JATIM, TAK TERIMA PASIEN DI IGD LANTARAN PENUH MENAMPUNG PASIEN SUSPEK KORONA   SEBANYAK 27 WARGA DESA SESO, KECAMATAN JEPON, BLORA, JATENG, POSITIF KORONA TANPA GEJALA   ANGGOTA DPRD JABAR ABDUL ROZAQ MUSLIM MERUPAKAN TERSANGKA DUGAAN SUAP PENGURUSAN DANA BANTUAN INDRAMAYU   KPK GELEDAH KANTOR ANGGOTA DPRD JABAR ABDUL ROZAQ MUSLIM DI GEDUNG DPRD JABAR DI JALAN DIPONEGORO, KOTA BANDUNG   6 HARI JELANG PILKADA, BAWASLU: MASIH ADA KEKURANGAN FORMULIR REKAP SUARA YAKNI FORMULIR C.HASIL-KWK   PEMERINTAH TARGETKAN ASET LEBIH DARI RP 200 T UNTUK 3 BANK SYARIAH YANG AKAN DIMERGER   POSITIF TERINFEKSI KORONA, MENAKER IDA FAUZIYAH: MOHON DOANYA SEMOGA SEGERA PULIH   MENAKER IDA FAUZIYAH POSITIF TERINFEKSI KORONA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 2.081 ORANG: 1.439 SEMBUH, 159 MENINGGAL DUNIA, 483 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 507 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 3 DESEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 5.867.621 SPESIMEN   HINGGA 3 DESEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 69.027 ORANG   HINGGA 3 DESEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 557.877 POSITIF, 462.553 SEMBUH, 17.355 MENINGGAL DUNIA   PENAMBAHAN PASIEN POSITIF KORONA DI INDONESIA HARI INI TEMBUS 8.000 KASUS