Kompas TV klik360 cerita indonesia

Panglima TNI: Dunia Maya, Media Propaganda dan Politik Identitas

Sabtu, 21 November 2020 | 23:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai media sosial kini telah dimanfaatkan juga sebagai media propaganda.

Ia menyebut politik identitas yang juga merupakan bahasa keren dari teknik propaganda, karena dengan politik identitas, kepercayaan masyarakat dapat tergerus dan menjadi mudah meraih dukungan.

Hal ini dijelaskan Panglima TNI saat menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema “Sinergi Anak Bangsa dalam menjaga keutuhan Bangsa dan negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya”

"Langkah semacam itu merupakan propaganda untuk memecah belah. Dalam bahasa kerennya kita sebut sebagai politik identitas. Politik identitas inilah yang sejatinya digunakan oleh penjajah untuk mengadu domba bangsa kita sehingga tidak bersatu dan mudah dijajah di masa lalu. Politik identitas ini kembali marak digunakan sejak beberapa tahun belakangan ini karena dinilai mudah untuk menggerus kepercayaan masyarakat dan mudah untuk meraih dukungan,"ujar Panglima.

Dalam hal ini ia mengambil contoh propaganda di media sosial yang bertujuan dalam memisahkan diri dari NKRI marak terjadi.

Ia berpendapat dengan memanfaatkan dunia maya, aksi ini dinilai lebih efektif dibandingkan perlawanan bersenjata.

“Aksi propaganda yang dilakukan di dunia maya ditujukan untuk memperoleh dukungan internasional atas perjuangan kelompok separatis. Aksi ini dinilai lebih efektif dibandingkan perlawanan bersenjata yang mereka lakukan terhadap pemerintah”,ujar Hadi

Panglima mengatakan tindakan separatis ini harus diantisipasi, karena dapat dikhawatirkan bisa membentuk opini negatif terhadap pemerintah, sehingga bisa membuat kesalahan pandangan terhadap isu sebenarnya dan menguatnya pendukung gerakan separatis itu sendiri di dalam dan luar negeri.

Penulis : Theo Reza





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:56
EKONOMI MINUS 0,74 PERSEN, DEPUTI III KSP: PEMULIHAN EKONOMI DI INDONESIA MULAI TERLIHAT    WHO: INDIA SUMBANG 46% KASUS BARU COVID-19 DI DUNIA   MENPAREKRAF: EKOSISTEM PENDANAAN ADALAH HAL PENTING UNTUK MENDORONG INDUSTRI FESYEN LOKAL   JELANG LEBARAN, MENPAREKRAF SANDIAGA UNO IMBAU MASYARAKAT DISIPLIN TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   BPJS KESEHATAN: PROGRAM JKN-KIS SUDAH MENCAKUP 82 PERSEN PENDUDUK INDONESIA   BPJS KESEHATAN TARGETKAN PROGRAM JKN-KIS BISA MENCAKUP 98 PERSEN PENDUDUK INDONESIA   PEMKOT YOGYAKARTA IZINKAN WARGA DI ZONA KUNING & HIJAU LAKSANAKAN SHALAT IDUL FITRI DI MASJID DENGAN PROKES KETAT   TNI AKAN BANTU MENGAMANKAN JALANNYA PEMBANGUNAN 5.000 BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DI WILAYAH PAPUA DAN NATUNA   KEMENTERIAN KESEHATAN: SEBANYAK 49 WARGA NEGARA INDIA YANG MASUK INDONESIA POSITIF COVID-19   OPERASI KETUPAT 2021, KAKORLANTAS: 155.000 PERSONEL GABUNGAN AKAN DITEMPATKAN DI 381 TITIK PENYEKATAN   OPERASI KETUPAT 2021, POLRI LIBATKAN 155.000 PERSONEL GABUNGAN   KETUA SATGAS: PENERAPAN PROKES JADI KUNCI GUNA HINDARI VARIAN BARU VIRUS KORONA YANG SUDAH MASUK INDONESIA   DEPUTI I KSP FEBRY CALVIN TETELEPTA SEBUT TOL BECAKAYU DAPAT TERSAMBUNG DAN BEROPERASI PENUH TAHUN INI   PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TETAPKAN 1 SYAWAL 1442 JATUH PADA KAMIS, 13 MEI 2021