Kompas TV bbc bbc indonesia

Seberapa Besar Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Lingkungan?

Kamis, 19 November 2020 | 20:07 WIB

KOMPAS.TV - Saat pandemi virus Corona melanda dunia, di beberapa negara pemerintah menanggapi krisis dengan melakukan penguncian wilayah atau lockdown.

Sering kita melihat beberapa hewan telah mengambil alih kota-kota yang kosong.

Bagaimana dampak lingkungan ? ternyata jauh lebih besar dari itu.

Di kota terbesar kedua di Italia, Milan tingkat oksida nitrat yang merupakan polusi berbahaya disebabkan oleh lalu lintas ternyata angka tersebut telah turun hingga sekitar 40% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Tingkat karbondioksida juga turun karena negara-negara memproduksi lebih sedikit barang dan menggunakan lebih sedikit energi.

Karbon dioksida diketahui adalah penyebab utama pemanasan global.

China adalah penghasil emisi terbesar di dunia. Di bulan Februari saat puncak krisis virus corona di China, emisi karbon turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Beijing, langit yang biasanya dipenuhi kabut asap kini berwarna biru dan cerah.

Jadi, ini adalah kabar baik yang sangat dibutuhkan saat ini, dan memberi kita gambaran sekilas tentang seperti apa lingkungan yang lebih sehat itu.

Seperti kita ketahui, polusi udara adalah salah satu pembunuh lingkungan yang paling mematikan.

Secara global, polusi udara diperkirakan menyebabkan 7 juta kematian setahun dan memperpendek hidup kita 3 tahun.

Jika pengurangan udara ini dapat dibuat permanen, mungkin akan ada manfaat yang bertahan lama bagi semua orang.

Jadi dapatkah ketergantungan kita pada bahan bakar fosil tetap lebih rendah setelah krisis, sehingga meningkatkan kualitas udara dan mengurangi pemanasan global? Berdasarkan apa yang kita lihat di masa lalu, sepertinya tidak mungkin.

Fokus dunia sekarang adalah memastikan krisis ini berdampak ke lingkungan keluarga dan bahwa ada pekerjaan serta keamanan untuk semua orang ketika pandemi ini akhirnya berakhir.

Selama resesi global tahun 2008, emisi juga turun. Namun ketika perusahaan dan pemerintah mencoba menghidupkan kembali ekonomi setelah keruntuhan awal, emisi meningkat jauh lebih cepat daripada biasanya. Dan ini juga bisa terjadi hari ini.

Penulis : Theo Reza




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:27
WAKIL BUPATI OGAN KOMERING ULU DITAHAN KPK KARENA MENJADI TERDAKWA KORUPSI LAHAN KUBURAN   KURSI KEPEMIMPINAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU KOSONG SETELAH BUPATI MENINGGAL DAN WAKIL BUPATI DITAHAN KPK   BUPATI OGAN KOMERING ULU KURYANA AZIS MENINGGAL DUNIA SETELAH 11 HARI JALANI PERAWATAN COVID-19   DPR AKAN AWASI ISU YANG RAMAI DI MASYARAKAT YAKNI PELAKSANAAN VAKSIN COVID-19, UU ITE, HINGGA JIWASRAYA   AHY SERAHKAN 2 BOKS BUKTI PELAKSANAAN KLB ILEGAL KE KPU   SATPOL PP TERTIBKAN 30 PKL YANG JUALAN DI TROTOAR TANAH ABANG, JAKARTA PUSAT   DPR SEGERA MENETAPKAN PROLEGNAS PRIORITAS 2021 PADA MASA PERSIDANGAN IV TAHUN 2020-2021   BATAS AKHIR PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PADA RABU, 31 MARET 2021   MENKEU: PELAPORAN SPT TAHUNAN DI HARI-HARI TERAKHIR BATAS WAKTU PELAPORAN HARUS DIHINDARI   MENKEU SRI MULYANI SARANKAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI SEGERA LAPOR SPT TAHUNAN PEKAN INI   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 3.732 ORANG: 2.869 SEMBUH, 172 MENINGGAL DUNIA, 691 DALAM PERAWATAN   KEJAGUNG PERIKSA 4 SAKSI DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI ASABRI   ENAM KADER PARTAI DEMOKRAT YANG TAK TERIMA DIPECAT DAN LAWAN PUTUSAN PEMECATAN GUGAT AHY KE PN JAKARTA PUSAT   PEMERINTAH MELARANG ASN KE LUAR KOTA SELAMA LIBUR PANJANG PADA AKHIR PEKAN INI