Kompas TV entertainment selebriti

Bukan soal Tukang Obat, Ini Kalimat Nikita Mirzani yang Buat Ustad Maheer Murka

Selasa, 17 November 2020 | 12:18 WIB
bukan-soal-tukang-obat-ini-kalimat-nikita-mirzani-yang-buat-ustad-maheer-murka
Kolase Ustad Maheer dan Nikita Mirzani (Sumber: Instagram)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Nikita Mirzani diketahui sudah dilaporkan pihak dari Ustad Maaher At-Thuwailibi atas dugaan tindak penistaan, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Habib Rizieq Shihab, meski kabar terbaru menyebut laporan tersebut ditolak.

Namun, menurut Ustad Maheer bukan perkara soal ucapan soal 'habib penjual obat' yang jadi masalah. Ustad Maaher melaporkan Nikita Mirzani karena menyebut 'Habib Rizieq Syihab sudah membuat ulah di Indonesia'.

"Saya sebagai umat Islam tidak mempermasalahkan itu (soal ukang obat) tapi dia bilang bahwa Habib Rizieq sudah membuat ulah," ujar Ustad Maaher mengutip Tribunnews di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

"Itu kan konotasi yang berindikasi kepada sesuatu yang negatif, perbuatan yang brutal. Dan itu bukan cuma satu video, itu penghinaan terhadap tokoh publik, ini harus ditindak," tegasnya.

Banyak yang tak setuju dengan tindakannya melaporkan Nikita Mirzani serta dicap berlebihan, Ustad Maaher tak masalah akan hal tersebut. Ia merasa bahwa apa yang ia lakukan sudah tepat karena berupaya membela nama baik seorang ulama.

Ia mengecap orang-orang yang membela Nikita Mirzani sebagai pembela penista ulama.

"Saya menanggapinya simpel, proses yang saya tempuh adalah membela sosok seorang ulama, seorang tokoh agama, seorang tokoh masyarakat," ujar Ustad Maaher.

Penulis : Ade Indra Kusuma


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:29
PRESIDEN AS JOE BIDEN AKAN HUKUM PIHAK YANG DIDUGA MELANGGAR HAM TERKAIT KASUS PEMBUNUHAN JURNALIS JAMAL KHASHOGGI   PLT JUBIR KPK ALI FIKRI TEGASKAN PIHAKNYA BEKERJA SESUAI PROSEDUR HUKUM YANG BERLAKU DALAM OTT 6 ORANG DI SULSEL   WAKIL KETUA MPR SYARIEF HASAN MINTA PEMERINTAH TINJAU ULANG SOAL IZIN INVESTASI MIRAS    BKPM BERENCANA MENGAJAK MUI UNTUK BERKOORDINASI TERKAIT PENERBITAN IZIN INVESTASI MIRAS DI DAERAH    POLISI TANGKAP 12 TERDUGA TERORIS DI SEJUMLAH WILAYAH DI JAWA TIMUR TERKAIT JARINGAN JAMAAH ISLAMIYAH   KETUM PBNU SAID AQIL SIROJ MINTA PEMERINTAH INSTRUKSIKAN KEPADA PNS HINGGA PEGAWAI BUMN MEMBAYAR ZAKAT 2,5%    PRESIDEN JOKOWI MINTA SEMUA JAJARAN NU BANTU PEMERINTAH DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19   PRESIDEN JOKOWI MENGHADIRI HARLAH NAHDLATUL ULAMA (NU) KE-98 SECARA VIRTUAL   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SEBUT PROGRAM PETANI MILENIAL DIMULAI PERTENGAHAN MARET 2021   GUNUNG MERAPI ERUPSI KEMBALI LUNCURKAN AWAN PANAS SEJAUH 1 KM PADA SABTU MALAM    POLDA METRO KLAIM KAMPUNG TANGGUH DI PASEBAN, SENEN, JAKPUS, MAMPU TEKAN PENYEBARAN COVID-19    KEMENKES: VAKSINASI GOTONG ROYONG HANYA DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN ATAU BADAN USAHA KEPADA KARYAWAN   JUBIR VAKSINASI COVID-19 TEGASKAN TAK ADA MEKANISME VAKSINASI MANDIRI BAGI INDIVIDU ATAU BELI SECARA PERORANGAN   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN TARGETKAN 38 JUTA ORANG SUDAH DIVAKSIN COVID-19 PADA AKHIR JUNI 2021