Kompas TV regional berita daerah

Empat Pelaku Jual Anak Dibawah Umur Diringkus

Minggu, 1 November 2020 | 23:01 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.TV - Inilah empat pelaku berinisial G-N, R-H, A-C dan seorang perempuan F-B// mereka dibekuk satuan reskrim polresta Samarinda lantaran kedapatan melakukan perdagangkan anak di bawah umur.

Kedua korban tersebut masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di Samarinda.

Aksi mereka terungkap kepolisian pada hari minggu 25 oktober 2020 kemarin. Saat keluarga korban, melaporkan bahwa putri mereka tak kunjung pulang ke rumah.

Belakangan, remaja tersebut di ketahui berada di Kota Bbalikpapan bersama 4 pelaku, di sana pelaku melakukan pekerjaannya  mencari pria hidung belang. Pelaku menggunakan aplikasi michat untuk mempromosikan korban. Setelah penawaran harga disepakati, korban kemudian di bawa ke salah satu hotel untuk melayani laki-laki hidung belang tersebut.

Keempat tersangka tersebut mengaku nekat menawarkan dan menjual anak di bawah umur di media social untuk memenuhi kebutuhan ekonomi untuk menyambung hidup. Dari penjualan tersebut, pelaku mendapatkan keuntungan seratus ribu dalam setiap transaksi.

Sementara itu, kanit PPA polresta Samarinda iptu Teguh Wibowo menjelaskan, perdagangan anak di bawah umur ini sudah dilakukan para pelaku sejak 4 oktober 2020 lalu.

Keempat tersangka terjerat pasal berlapis, yaitu pasal 81 ayat 3 tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur dan pasal 2 ayat 1 undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang, dengan hukuman penjara 10 tahun.

#PerdaganganAnak#DibawahUmur#KebutuhanEkonomi

Penulis : KompasTV Tenggarong


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


CERITA INDONESIA

Seruput kopi di Tengah Kebun Karet

Selasa, 19 Januari 2021 | 09:32 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:39
KRI SOEHARSO TURUNKAN MUATAN TRAFO DAN TIANG PLN UNTUK PERBAIKI ALIRAN LISTRIK YANG RUSAK AKIBAT GEMPA DI SULBAR   RELIEF BERUSIA 55 TAHUN AKAN DIPAMERKAN SAAT PERESMIAN GEDUNG SARINAH JAKARTA PADA 10 NOVEMBER 2021   MULAI 20 JANUARI 2021, JALAN KATEDRAL DI SAWAH BESAR, JAKPUS, DITUTUP IMBAS PROYEK TEROWONGAN ISTIQLAL-KATEDRAL   DINKES DKI: ISOLASI MANDIRI DI RUMAH SERING TIMBULKAN KLASTER KELUARGA   WAPRES MA'RUF AMIN IMBAU SEMUA PIHAK DUKUNG PELAKSANAAN GERAKAN NASIONAL DONOR PLASMA KONVALESEN BAGI PASIEN KORONA   KETUA PMI JUSUF KALLA AJAK PENYINTAS COVID-19 DONOR DARAH PLASMA KONVALESEN GUNA KURANGI PENYEBARAN KORONA   PT LIGA INDONESIA BARU MASIH TUNGGU IZIN KEPOLISIAN AGAR KOMPETISI LIGA 1 2021 DAPAT BERGULIR   PT LIGA INDONESIA BARU (LIB) MEMPROYEKSIKAN MENGGELAR LIGA 1 2021 PADA MARET MENDATANG   WHO: DUNIA DI AMBANG "BENCANA MORAL" DALAM DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19   MASUK ZONA MERAH KORONA, PEMKAB PONOROGO AKAN MENERAPKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT   PEMKAB BANGKALAN, JATIM, MENUTUP 11 KANTOR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KARENA TEMUAN ASN POSITIF KORONA   WALI KOTA BOGOR BIMA ARYA BAKAL BERI SANKSI KE RS UMMI ATAS KASUS KONTROVERSI TES USAP RIZIEQ SHIHAB   DIPERIKSA KPK, GUBERNUR BENGKULU BANTAH TERLIBAT KASUS SUAP EDHY PRABOWO SOAL IZIN EKSPOR BENUR   KEMENTAN SEBUT KENAIKAN HARGA PUPUK SUBSIDI UNTUK TUTUPI KEKURANGAN ANGGARAN 2021