Kompas TV regional berita daerah

Teror Pesepeda di Sleman Disiram Air Keras Bukan Pertama Kali

Minggu, 1 November 2020 | 12:57 WIB
teror-pesepeda-di-sleman-disiram-air-keras-bukan-pertama-kali
Ilustrasi pesepeda disiram air keras di Sleman (Sumber: Pixabay)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Kejadian pesepeda disiram air keras di Sleman pada Kamis, 29 Oktober 2020 bukan pertama kali terjadi. Sehari sebelumnya, juga terjadi perostiwa yang saa di lokasi berbeda.

“Teror pesepeda disiram air keras di Ngaglik ini terjadi dua hari berturut-turut dan korbannya tiga orang perempuan semua,” ujar Kapolres Ngaglik Kompol Trie Adie Hari Sulistio, Minggu (1/11/2020).

Ia mengungkapkan ketiga korban tidak ada yang membuat laporan polisi. Meskipun demikian, ia sudah menyelidiki kasus ini supaya bisa menangkap terduga pelaku penyiraman air keras yang membuat keresahan di masyarakat, terutama pesepeda.

Baca Juga: Viral, 3 Perempuan Pesepeda di Sleman Disiram Air Keras

Trie mendapatkan nomor telepon salah satu korban dan menghubunginya. Hasilnya, korban mengatakan terduga pelaku berjumlah satu orang dan mengendarai sepeda motor.

Pelaku beraksi dengan cara memepet korban yang sedang bersepeda seorang diri. Lalu, ia melemparkan benda cair yang diduga soda api ke arah pesepeda itu dan mengenai bagian kaki. Korban hanya merasakan kakinya panas dan tidak mengetahui perihal cairan itu.

“Kami juga berhasil mendapatkan nomor kendaraan yang dikendarai terduga pelaku, tetapi saat dicek nomor itu palsu,” ucapnya.

Penulis : Switzy Sabandar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:30
PM BORIS JOHNSON: VARIAN BARU COVID-19 DARI INGGRIS BERPOTENSI LEBIH MEMATIKAN   PEMKAB SLEMAN PULANGKAN PENGUNGSI AKIBAT AKTIVITAS GUNUNG MERAPI PADA 26 JANUARI 2021   POLDA ACEH SEBUT 5 TERDUGA TERORIS MASIH JALANI PEMERIKSAAN SEBELUM DIBAWA KE MABES POLRI   DENSUS 88 SITA BUKU KAJIAN ISIS DAN DOKUMEN BERISI ANCAMAN TARGET TEROR DARI PENANGKAPAN 5 TERDUGA TERORIS DI ACEH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT ASN YANG TERBUKTI MENJADI TERORIS AKAN DIPECAT   POLDA METRO JAYA TARGETKAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK TERPASANG PADA 2021   KPAI MENILAI KEGIATAN BELAJAR JARAK JAUH MENCIPTAKAN KESENJANGAN ANTARMURID UNTUK DAPAT MENGAKSES PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT PANDJAITAN JADI KANDIDAT TUNGGAL KETUM PB PASI 2021-2025   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADAI POTENSI CUACA EKSTREM HINGGA FEBRUARI 2021   DRAF UU PEMILU MENGATUR LARANGAN BAGI MANTAN ANGGOTA HTI MENJADI CALON PESERTA DI PILKADA, PILEG, DAN PILPRES    DRAF UU PEMILU MENGATUR PILKADA 2022 BISA DITUNDA JIKA TERJADI BENCANA ALAM DAN NONALAM   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT WHO KEMBALI MENEGASKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER CEGAH PENULARAN COVID-19   WAKETUM PAN YANDRI SUSANTO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DAN JALANI ISOLASI MANDIRI   KETUA RISET UJI KLINIS VAKSIN MENGATAKAN 7 DARI 1.820 PESERTA UJI KLINIS POSITIF COVID-19