Kompas TV klik360 cerita indonesia

Kronologi Polisi Ditolak Petugas Lapas akan Periksa Napi

Jumat, 30 Oktober 2020 | 22:35 WIB

RIAU, KOMPAS.TV - Lapas kelas 2A Pekanbaru membenarkan adanya perselisihan petugas lapas dengan Tim Polda Riau pada Kamis (29/10/2020) sore.

Perselisihan itu terjadi saat petugas kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap satu narapidana yang diduga sebagai pengendali sabu 16 kilogram.

Meski sudah memberikan surat resmi untuk melakukan pemeriksaan terhadap narapidana tersebut, Petugas kepolisian yang sudah menunggu selama satu jam di pintu masuk lapas kelas 2A Pekanbaru tidak kunjung diperbolehkan masuk oleh petugas lapas.

Padahal, menurut petugas Diresnarkoba Polda Riau, sejumlah keluarga yang akan menjenguk narapidana lainya  kedalam lapas diperbolehkan oleh petugas lapas tanpa di cek barang bawaan.

Kapolda juga menyebut petugas kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap salah satu petugas lapas terkait upaya penolakan pemeriksaan terhadap narapidana.

Pelaksana tugas kepala lapas kelas 2A Pekanbaru, Alfonsus Wisnu Ardianto membenarkan terjadinya selisih paham antara petugas lapas dengan penyidik dari direktorat reserse narkoba atau ditresnarkoba polda.

Namun upaya pemeriksaan oleh tim Polda Riau terhadap narapidana yang diduga sebagai pengendali tidak bisa dilakukan dengan alasan pada hari Kamis kemarin tidak ada jam kunjungan atau penerimaan tamu karena hari libur nasional.

Selain itu, pada saat terjadi selisi paham Alfonsu Wisnu Ardianto menyebut Tim Polda Riau belum bisa menunjukan surat tugas kepada petugas jaga dengan alasan akan bertemu langsung dengan pimpinan lapas.

Usai berkoordinasi antara Kapolda Riau dengan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Wilayah Riau.

Tim Subdit Satu Ditresnarkoba Polda Riau membawa narapidana yang diduga sebagai pengendali peredaran 16 kilogram sabu pada Kamis malam.

Tim juga berhasil mengamankan satu unit handpone yang diduga milik pelaku.

Alfonsus Wisnu Ardianto juga mengaku ada kelalaian pihak lapas kelas 2A Pekanbaru yang masih ditemukan narapidana memiliki handphone. Meski demikian, pihaknya akan berusaha keras agar tidak terjadi peredaran handpone di dalam lapas.

Penulis : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Apindo Jabar Keberatan Kenaikan UMK

Jumat, 27 November 2020 | 12:39 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:46
PRESIDEN AS DONALD TRUMP SEBUT VAKSIN COVID-19 DIDISTRIBUSIKAN PEKAN DEPAN   KASUS COVID-19 DI BANYUMAS NAIK, DINAS PARIWISATA SETEMPAT TUTUP LOKAWISATA BATURADEN   PEMKOT JAKARTA TIMUR MELAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI 9.426 TITIK UNTUK CEGAH COVID-19   LURAH MAKASAR ARIYANTORO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, PELAYANAN KELURAHAN DIPINDAHKAN KE KECAMATAN   TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, LURAH MAKASAR, JAKARTA TIMUR, AROYANTORO JALANI ISOLASI   KEMLU: KASUS BARU COVID-19 WNI DI LUAR NEGERI BERTAMBAH DI AMERIKA SERIKAT, ITALIA, JEPANG, KORSEL, KUWAIT, & VATIKAN   HINGGA 27 NOVEMBER 2020, KEMLU MENCATAT 2.003 WNI DI LUAR NEGERI TERKONFIRMASI POSITIF KORONA   PLT DIRUT RSUD TARAKAN MENGATAKAN 121 TENAGA KESEHATAN TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   KODIM 0501 JAKARTA PUSAT GELAR TES CEPAT COVID-19 DI KELURAHAN PETAMBURAN, TANAH ABANG, JAKPUS   KPK: EDHY PRABOWO BELI SEPEDA MEWAH SAAT DI LUAR NEGERI   KPU KOTA SURAKARTA TEMUKAN 2.780 SURAT SUARA RUSAK   JELANG PILKADA, SATGAS COVID-19 MINTA MASYARAKAT JAGA JARAK AMAN & LAKSANAKAN PROTOKOL KESEHATAN DI TPS   GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM MENCATAT 800 PERUSAHAAN BANGKRUT AKIBAT PANDEMI COVID-19   HARI INI, MENDAG AGUS SUPARMANTO LEPAS EKSPOR 15 TON IKAN TUNA DARI SISTEM RESI GUDANG DI BENOA BALI KE KOREA SELATAN