Kompas TV regional berita daerah

Bisnis Kreasi Bunga Sintetis Di Tengah Pandemi

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:38 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kreativitas dalam berbisnis sangat penting di masa pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Kota Semarang yang memutuskan berhenti bekerja sebagai buruh pabrik dan sukses mengembangkan usaha kerajinan bunga sintetis hingga menambah ekonomi keluarga.

Berbisnis bunga sintetis ternyata sangat menggiurkan. Selain resiko yang kecil, modal berbisnis bunga sintetis tidak perlu besar. Hal tersebut dibuktikan Anik Kurniawati warga Jalan Kiai Saimorang, Penggaron, Kota Semarang yang merintis penjualan bunga sintetis sejak awak pandemi Covid-19 dan kini berkembang pesat. Dengan modal 50 ribu rupiah, Anik mampu membuat 5 buah kerajinan bunga sintesis. Kini, ruang tamu rumahnya dipenuhi dengan aneka warna bunga sintesis yang indah.

Anik mengaku sebelumnya ia bekerja sebagai buruh pabrik. Namun ia kemudian memberanikan diri untuk berhenti bekerja dan mendirikan usaha sendiri. Dari beberapa pot bunga sintesis yang dibuatnya dan dipromosikan melalui media sosial, ternyata diminati para pecinta bunga dan tanaman hias sintetis. Usahanya menjadi berkembang semenjak banyak pecinta bunga dan tanaman hias yang bergabung menjadi reseller.

Seperti tanaman hias, permintaan bunga sintetis juga mengikuti trend tanaman hias saat ini. Seperti permintaan tanaman hias sintetis mostera atau janda bolong saat ini juga banyak diminati. Beragam jenis bunga sintetis ini dijual mulai harga 12 ribu hingga 300 ribu rupiah disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya bunga sintetis.

Peluang usaha kreasi bunga sintetis ini cukup bagus, dengan banyaknya ibu-ibu dan anak muda yang menyukai keindahan bunga sintetis untuk hiasan rumah maupun lainnya.

#BungaSintetis #Covid19 #PeluangUsaha

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:38
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19