Kompas TV regional berita daerah

Birokrasi Ruwet di Dukcapil Surabaya, Seorang Ibu Urus Akta Kematian Sampai Jakarta

Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:46 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Yaidah warga Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, harus berjuang untuk mendapatkan akta kematian putra bungsunya hingga ke Kantor Direktorat Catatan Sipil Jakarta.

Yaidah menuturkan upaya mengurus akta kematian di kelurahan hingga dispendukcapil surabaya tak kunjung selesai.

Petugas bukannya memberi solusi, Yaidah merasakan dirinya tak mendapatkan kepastian kapan akta kematian putranya bisa selesai, padahal akta tersebut dibutuhkan untuk mengurus klaim asuransi yang memiliki tenggat waktu.

“Ini akta kematian sudah saya tulis bu, tapi nggak bisa jadi bu, nggak bisa diakses. Loh kenapa, karena nama ibu ada tanda petiknya,” tutur Yaidah.

Tiba di Jakarta menggunakan kereta, Yaidah harus menggunakan ojek daring menuju alamat Kemendagri Jakarta.

Setelah tiba di Kantor Direktorat Catatan Sipil, Yaidah kembali harus menjelaskan pada petugas akta kematian yang ia urus meski akhirnya bisa diperoleh dan dikrim melalui ponsel.

Sistem administrasi yang selama ini dijalankan secara online ditujukan untuk memutus birokrasi ternyata tak didapatkan Yaidah.

Jika pelayanan diberikan dengan semestinya, Yaidah tentu tak perlu menghabiskan waktu dan biaya hingga ke ibu kota.

Terkait dengan pengurusan akta kematian warga Kota Surabaya hingga ke Jakarta, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Surabaya menyatakan hal ini disebabkan karena adanya kesalahan komunikasi.

Kepala Dinas Dukcapil Surabaya Agus Imam sonhaji menyatakan telah melakukan klarifikasi kepada stafnya soal pelayanan terhadap ibu Yaidah.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga lobster anjlok akibat pandemi

Senin, 30 November 2020 | 21:04 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:22
AKTIVITAS GUNUNG SEMERU MENINGKAT, BANDARA ABDULRACHMAN SALEH DI MALANH, JATIM, TETAP BEROPERASI NORMAL   BMKG: DALAM EMPAT HARI TERAKHIR KABUPATEN PARIGI MOUTONG, SULTENG, DAN SEKITARNYA DIGUNCANG 25 KALI GEMPA   KPK TELAH LIMPAHKAN PENYIDIKAN KASUS DUGAAN KORUPSI DAN GRATIFIKASI MANTAN BUPATI BOGOR RACHMAT YASIN KE JAKSA   PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK RAHADIANSYAH MINTA PEMDA FOKUS PENEGAKAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT LIBUR NATAL & TAHUN BARU   WAPRES MA'RUF AMIN BERHARAP FORUM ZAKAT DUNIA DAPAT MEMBANTU PEMULIHAN EKONOMI DUNIA PASCA PANDEMI COVID-19   ANTISIPASI KASUS COVID-19 NAIK, WALI KOTA BEKASI TAMBAH TEMPAT TIDUR DI RUANG ISOLASI DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA   POLISI PERIKSA RT HINGGA CAMAT TANAH ABANG TERKAIT ACARA PIMPINAN FPI RIZIEQ SHIHAB YANG MENIMBULKAN KERUMUNAN   PERLUDEM MEMINTA PEMERINTAH PERKUAT KOORDINASI MITIGASI POTENSI PENULARAN COVID-19 SAAT PILKADA SERENTAK 2020   PEMKOT SOLO TUTUP SEMENTARA PASAR GEDE SISI TIMUR SELAMA SEPEKAN SETELAH 11 PEDAGANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19   KADINKES DKI WIDYASTUTI SEBUT WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA POSITIF COVID-19 MESKI TIDAK BERGEJALA ATAU OTG   PRESIDEN JOKOWI MEMINTA KAPOLRI USUT TUNTAS JARINGAN PELAKU TEROR DI KABUPATEN SIGI HINGGA KE AKARNYA   PRESIDEN JOKOWI MENGUTUK KERAS SEGALA BENTUK TINDAK TEROR & DI LUAR BATAS KEMANUSIAAN DI KABUPATEN SIGI   PEMERINTAH MENJAMIN KEAMANAN WARGA PASCAPERISTIWA PEMBUNUHAN DI KABUPATEN SIGI   MARSEKAL HADI TJAHJANTO SIAPKAN PASUKAN KHUSUS TNI UNTUK BURU PELAKU PEMBUNUHAN DI KABUPATEN SIGI, SULTENG