Kompas TV klik360 cerita indonesia

[Full] Polisi Ungkap Motif Gus Nur Terkait Ucapannya Soal NU di Video Youtube

Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi mengungkapkan Sugi Nur alias Gus Nur merasakan NU yang sekarang dengan NU yang dulu sudah berbeda. Hal ini yang menjadi motif dari Gus Nur menyampaikan kontennya dalam sebuah wawancara di Youtube.

"Tersangka SN bahwasanya motif kita dapatkan yang bersangkutan membuat konten tersebut karena menyampaikan di Youtube bahwa yang bersangkutan peduli terhadap NU. Yang bersangkutan merasa NU yang sekarang dengan yang dulu sudah berbeda," ujar Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono (27/10/2020).

Baca Juga: Gus Nur Protes Soal Penangkapan, Polri Katakan Ini

Sejauh ini polisi telah memeriksa 4 saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap NU yang diduga dilakukan oleh Gus Nur.

Sejumlah ahli juga diperiksa yaitu Ahli pidana dan Ahli Bahasa. Sedangkan untuk Ahli ITE masih menunggu hasil pemeriksaan digital forensik. Setelah hasil digital forensik keluar, Ahli ITE kemudian akan diperiksa.

Polisi juga akan memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan konten Youtube tersebut.

"Siapa yang merekam, siapa yang mengedit, siapa yang mengundang atau meng-upload, termasuk yang mewawancarai semua akan kita panggil. Semuanya akan dipanggil," kata Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/10/2020).

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap, Ansor dan Banser Siap Kawal Kasus Hingga Selesai

Penulis : Sadryna Evanalia





BERITA LAINNYA


Sosial

Beramal Lewat Kotak Amal Digital

Kamis, 6 Mei 2021 | 23:41 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
01:57
JUMLAH KASUS KORONA DI MESIR: 232.905 POSITIF, 174.217 SEMBUH, 13.655 MENINGGAL DUNIA   MESIR LARANG PERAYAAN IDUL FITRI SECARA MASSAL SEIRING NAIKNYA KASUS COVID-19 HARIAN   PFIZER DAN BIONTECH SEPAKAT MENYUPLAI VAKSIN COVID-19 UNTUK PESERTA OLIMPIADE TOKYO   SELANDIA BARU MENYATAKAN KOMITMEN UNTUK MENGIKUTI OLIMPIADE TOKYO TAHUN INI   LEBIH DARI 100 WARGA BERLINDUNG KE KANTOR BUPATI PUNCAK, PAPUA, SAAT KKB LEPASKAN TEMBAKAN   INDONESIAN PUBLIC INSTITUTE SEBUT PENYELESAIAN KONFLIK DI PAPUA PERLU PENDEKATAN KOLABORATIF   DENSUS 88 TANGKAP DPO TERDUGA TERORIS DI SUKABUMI   HARI PERTAMA LARANGAN MUDIK, JAM OPERASIONAL PENERBANGAN PESAWAT DI BANDARA EL TARI KUPANG HANYA BERLANGSUNG 6 JAM   SEBANYAK 53 ORANG DI RUTAN BATUSANGKAR, SUMBAR, POSITIF TERINFEKSI COVID-19   SATU PENUMPANG PESAWAT DARI BANDARA AHMAD YANI SEMARANG POSITIF COVID-19, 12 ORANG DI”TRACING”   PENGELOLA BANDARA AHMAD YANI SEMARANG MENGAKU LALAI SOAL PENUMPANG POSITIF COVID-19 BISA TERBANG   MENKO PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO SEBUT PEMERINTAH AKAN BERI INSETIF PAJAK UNTUK SEKTOR RITEL   DINKES SULAWESI TENGAH: 83.338 ORANG DI 13 KABUPATEN DI SULTENG TELAH DIVAKSIN COVID-19   MANTAN KOMISIONER KPK LAODE M SYARIF KECEWA MK TOLAK PERMOHONAN UJI FORMIL UU KPK