Kompas TV nasional kompas siang

Vaksinisasi Massal Covid-19 Kemungkinan Besar Bakal Mundur, Ini Penjelasannya

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rencana vaksinasi massal yang digadang-gadang pemerintah, akan dimulai November 2020, hampir pasti akan mundur.

Presiden memilih untuk tetap mengutamakan keamanan dan efektivitas vaksin, setelah Ikatan Dokter Indonesia bersurat meminta vaksinasi tak dilakukan tergesa-gesa.

Rakyat Indonesia, mesti bersabar. Rencana vaksinasi massal covid-19 yang sudah dijanjikan pemerintah bisa dimulai November 2020, kemungkinan besar bakal mundur.

Alasannya, belum ada izin Emergency Use Authorization yang dikeluarkan Badan POM.

Meski pemerintah selama ini getol berburu vaksin ke luar negeri, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, memastikan, vaksin yang nantinya akan digunakan harus memenuhi standar manfaat dan keamanan, dari WHO.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia, menyurati Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, meminta program vaksinasi corona tidak dilakukan tergesa-gesa.

Saat ini, tim dari Kemenkes, Badan POM, hingga Majelis Ulama Indonesia, juga masih melakukan inspeksi, di sejumlah fasilitas produksi vaksin covid-19 di Tiongkok.

Sementara itu, seluruh proses uji klinis tahap ketiga calon vaksin covid-19 buatan Sinovac Tiongkok, terhadap 1.620 sukarelawan di Bandung, diperkirakan baru selesai paling cepat Maret 2021, untuk kemudian diproduksi massal oleh Bio Farma.

Sehari sebelum, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan penundaan vaksinasi massal, 23 Oktober lalu. 

Dirjen P2P kementerian kesehatan, achmad yurianto, sempat berbicara tentang pembatalan pembelian vaksin covid-19 buatan Astrazeneca, Sinopharm, dan Cansino, seperti dilansir laman idntimes.com , 22 Oktober 2020.

IDI menyebut, pertimbangan membeli vaksin harus memenuhi sejumlah syarat mutlak, yakni efektivitas, dan imunogenitas, serta keamanannya, harus bisa dibuktikan lewat hasil yang baik melalui uji klinis fase ketiga yang sudah dipublikasikan lewat jurnal ilmiah.


 

Penulis : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Pesta Miras Oplosan Berujung Maut!

Selasa, 24 November 2020 | 13:33 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:47
TARGETKAN 77,5 PERSEN PARTISIPASI PADA PILKADA 2020, KPU GANDENG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MINTA APARAT KEAMANAN HINGGA PEMDA TAK LENGAH JAGA SITUASI KEAMANAN JELANG PILKADA 2020   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD SEBUT SELAMA MASA KAMPANYE PILKADA, TERJADI 1.510 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN   FPI BANTAH HADANG SATPOL PP SAAT TURUNKAN BALIHO RIZIEQ SHIHAB   KOMISI IX DPR SETUJU HARI LIBUR PANJANG AKHIR TAHUN DIKURANGI UNTUK CEGAH PENYEBARAN COVID-19   PEMKOT SURABAYA SIAP AJUKAN KASASI DALAM SENGKETA WISMA PERSEBAYA   WAKIL KETUA MPR JAZILUL FAWAID MINTA MASYARAKAT SUKSESKAN PILKADA 2020   RUMAH SAKIT KHUSUS INFEKSI PULAU GALANG PER 24 NOVEMBER 2020 RAWAT 328 PASIEN COVID-19   PHRI: DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN DAPAT PULIHKAN PARIWISATA DAERAH   SEKRETARIS MENKO PEREKONOMIAN: TOTAL PENERIMA KARTU PRAKERJA SAAT INI 5,9 JUTA, BANYAK YANG BELUM DAPAT   POLRI AKAN PATROLI BESAR-BESARAN JELANG PERINGATAN HARI JADI ORGANISASI PAPUA MERDEKA PADA 1 DESEMBER   JELANG PILKADA, PANGLIMA TNI INGATKAN MASYARAKAT JAGA PERSATUAN DAN KESATUAN    KEMENTERIAN KESEHATAN BERHARAP MASYARAKAT TERBUKA TERHADAP PELACAKAN KONTAK TERKAIT COVID-19    KETUA MPR MINTA PEMERINTAH HATI-HATI SOSIALISASIKAN MANFAAT VAKSIN COVID-19 KEPADA MASYARAKAT