Kompas TV nasional berita kompas tv

Belajar dari Libur Lebaran dan Agustusan, Mendagri: Di Rumah Saja, Beres-beres

Minggu, 25 Oktober 2020 | 23:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penambahan signifikan kasus positif Covid-19 pasca libur panjang pernah terjadi pada libur lebaran dan peringatan 17 Agustus lalu.

Pada libur panjang lebaran Juli lalu, terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara nasional sebesar 69 hingga 93 persen.

Lalu pasca libur panjang perayaan kemerdekaan Indonesia Agustus lalu, terjadi peningkatan infeksi sebesar 118 persen.

Dua data ini jadi gambaran risiko yang mengiringi libur panjang.

Memang, Mendagri Tito Karnavian sekali pun mengingatkan masyarakat untuk di rumah saja saat masa liburan.

“Lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing, beres-beres rumah atau tempat tinggal, menikmati liburan bersama keluarga di kediaman masing-masing, itu yang diharapkan,” kata Tito Karnavian, Senin (19/10/2020).

Tetapi toh libur panjang cuti bersama adalah produk kebijakan otoritas negara ini.

Ketika negara membuka peluang warga liburan, negara pula lah yang harus siap dengan segala risikonya.

Perilaku masyarakat toh sedikit banyak hanya merespons kebijakan pemerintah.

Maka pemerintah tak cukup hanya sosialisasi protokol kesehatan, tetapi juga mesti mempertimbangkan, apakah perangkat testing, tracing, dan treatment sudah memadai untuk mengantisipasi lonjakan kasus 2 pekan setelah liburan?

Negara tak boleh lepas tangan dengan hanya mengeluarkan imbauan lalu menghukum mereka yang tidak taat protokol kesehatan.

Sembari terus meminta pemerintah pusat bertanggung jawab menyiapkan antisipasi lonjakan kasus dan meminta pemerintah daerah saling berkoordinasi dan mengetatkan pengawasan, KompasTV terus menggarisbawahi, bahwa kita sebagai warga negara juga punya andil besar.

Sudahlah, di rumah saja selama liburan.

Jaga diri Anda, jaga orang-orang tersayang Anda.

Kalau pun memang perlu bepergian karena hal-hal mendesak, pastikan anda bisa taat 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun, dan mengenakan masker secara tepat.  

Pastikan hindari kerumunan.

Hanya inilah cara-cara sederhana yang masuk akal untuk menghindari penularan Covid-19.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:39
BARCELONA DIDENDA RP 50,5 JUTA AKIBAT SELEBRASI YANG DILAKUKAN LIONEL MESSI SAAT MELAWAN OSASUNA   PBB SEBUT KELOMPOK MILITAN BOKO HARAM BANTAI 110 PETANI DI NIGERIA PADA AKHIR PEKAN LALU   PRESIDEN TERPILIH AS JOE BIDEN CEDERA PERGELANGAN KAKI SAAT BERMAIN DENGAN ANJING PELIHARAANNYA   PENDAKIAN GUNUNG SEMERU DITUTUP HINGGA BATAS WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN SETELAH AKTIVITAS VULKANIS MENINGKAT   KEPALA BPPTKG HANIK HUMAIDA PERKIRAKAN ERUPSI GUNUNG MERAPI BERSIFAT EFUSIF ATAU LELEHAN   DKPP GELAR SIDANG PEMERIKSAAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK TERHADAP KETUA DAN ANGGOTA KPU & BAWASLU KETAPANG, KALBAR   GUBERNUR GORONTALO RUSLI HABIBIE MINTA SATGAS COVID-19 LAKUKAN KARANTINA TERPUSAT BAGI 16 GURU POSITIF KORONA   MENGECAM KERAS AKSI TEROR DI SIGI, KETUA DEWAN MASJID INDONESIA JUSUF KALLA MINTA POLISI TUMPAS TUNTAS TERORISME   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD PASTIKAN PEMERINTAH AKAN AMBIL TINDAKAN TEGAS TERHADAP PELAKU TEROR DI SIGI, SULTENG   DEVISA NEGARA YANG DIHASILKAN OLEH EKSPOR BAHAN BAKU BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA MENCAPAI RP 6,8 T PER TAHUN   JADI KOMODITAS EKSPOR, BAHAN BAKU BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DI JAWA TENGAH MULAI LANGKA   RUANG ISOLASI PASIEN KORONA DI 5 RS RUJUKAN DI KULON PROGO, DIY, PENUH SEJAK KLASTER DUKCAPIL MUNCUL   RS UMMI AKUI ADA KELEMAHAN DI SISTEM INTERNAL DAN MEMINTA MAAF SOAL KASUS TES USAP KORONA RIZIEQ SHIHAB   KEMENSOS BERI INSENTIF MODAL USAHA RP 3,5 JUTA KE 10.000 KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN GRADUASI