Kompas TV entertainment lifestyle

Layanan Whatsapp Business akan Berbayar Dalam Waktu Dekat

Minggu, 25 Oktober 2020 | 17:18 WIB
layanan-whatsapp-business-akan-berbayar-dalam-waktu-dekat
Ilustrasi Whatsapp (Sumber: mashable.com via kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bagi anda para pengusaha kecil yang menggunakan Whatsapp Business untuk penunjang komunikasi dengan customer, tampaknya harus siap-siap mengalokasikan anggaran lebih.

Dalam waktu dekat, Whatsapp akan mengenakan biaya untuk sebagian layanan Whatsapp Business yang selama ini gratis.

"Hal ini akan membantu WhatsApp untuk terus membangun bisnisnya sambil terus menyediakan dan memperluas layanan perpesanan teks dan panggilan suara dan video yang terenkripsi secara end-to-end untuk lebih dari dua miliar pengguna," kata WhatsApp dalam keterangan resmi.

Sebenarnya, WhatsApp telah mengenakan biaya untuk beberapa pesan tertentu sejak Juni 2019 lalu, misalnya saja pesan template.

Biaya yang dipatok per pesan yang terkirim berbeda-beda, tergantung volume pesan yang dikirim ke pelanggan. Untuk 250 pesan pertama, biayanya Rp 339, untuk 750 pesan berikutnya harganya Rp 334, dua juta pesan berikutnya dikenakan biaya Rp 330, dan seterusnya hingga yang paling banyak 25 juta persan berikutnya dengan harga Rp 285.

Namun, dengan datangnya beberapa fitur baru yang melengkapi ekosistem WhatsApp Business, WhatsApp akan menyiapkan skenario pembayaran baru.

"Apa yang telah kami dengar selama beberapa tahun terakhir adalah bagaimana percakapan bisnis sangat berharga bagi orang-orang," kata perwakilan Facebook, seperti dirangkum dari Tech Crunch, Sabtu (24/10/2020).

Penulis : Laura Elvina

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:26
PASIEN SEMBUH COVID-19 DI JATIM MENCAPAI 88,46 PERSEN, TERENDAH KASUS AKTIF DI ANTARA PROVINSI BESAR DI JAWA   KETUA DPR NILAI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN GURU AKAN BERDAMPAK TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA   HARI GURU NASIONAL, KETUA DPR: KESEJAHTERAAN GURU, KHUSUSNYA GURU HONORER, HARUS JADI PERHATIAN PEMERINTAH   KOMPOLNAS: FAKTOR AGAMA TAK AKAN JADI SALAH SATU PERTIMBANGAN USULAN CALON KAPOLRI PENGGANTI JENDERAL IDHAM AZIS   MUI PUSAT AKAN GELAR MUNAS X DENGAN AGENDA UTAMA PERGANTIAN KETUA UMUM DAN PENGURUS DEWAN PIMPINAN MUI   KASUS COVID-19 MELONJAK, PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON AKAN TERAPKAN JAM MALAM MULAI 15 DESEMBER 2020   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 1.984: 1.389 SEMBUH, 158 MENINGGAL DUNIA, DAN 437 DALAM PERAWATAN   JELANG PILKADA SERENTAK 2020, MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA DUKCAPIL PROAKTIF LAYANI REKAM DATA KTP ELEKTRONIK   KEMENTAN TARGETKAN BANGUN HINGGA 4 PABRIK GULA DALAM 5 TAHUN KE DEPAN UNTUK REALISASIKAN SWASEMBADA GULA PADA 2023   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MEMINTA PEMDA MEMPERBAIKI MEKANISME OPERASIONAL LABORATORIUM TES COVID-19   KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT, TERANCAM MASUK ZONA MERAH KARENA KASUS COVID-19 MELONJAK DRASTIS   SATGAS PENANGANAN COVID-19 AKAN TERUS PANTAU ZONA COVID-19 DI SEMUA DAERAH PENYELENGGARA PILKADA    MENDIKBUD NADIEM MAKARIM TEGASKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DIPERBOLEHKAN, TETAPI TIDAK DIWAJIBKAN   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: SEKOLAH BOLEH MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DENGAN PENUHI SEJUMLAH SYARAT