Kompas TV nasional sapa indonesia

Ibadah Umrah di Tengah Pandemi Corona, Ada Perubahan Regulasi Usia

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyelenggaran ibadah umrah dalam masa pandemi covid-19 akan segera memasuki tahap ketiga pada 1 November 2020, di mana Pemerintah Arab Saudi akan mulai memberlakukan kapasitas jemaah sebanyak 100 persen.

Beberapa regulasi diubah untuk menjaga kelancaran ibadah umrah di tengah pandemi Corona salah satunya regulasi terkait usia.

Jumlah ini termasuk jemaah dari luar wilayah Saudi, dari negara-negara yang dinilai tidak berisiko secara kesehatan, kaitannya dengan pencegahan penularan Covid-19.

Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menunggu pengumuman daftar negara yang diperbolehkan memberangkatkan jemaahnya dari Pemerintah Arab Saudi.

Meski demikian, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, seperti dikutip kompas.com, Oman Fahurahman, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema perlindungan pelayaan, dan pembinaan, jika jemaah Indonesia diizinkan berangkat umrah.

Adapun, kriteria persyaratan jemaah umrah pada masa pandemi Covid-19 di antaranya, berusia antara 18-65 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta, menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut atas risiko yang timbul akibat Covid-19, dan bukti bebas covid-19 dibuktikan dengan hasil swab.

Selain itu, jemaah juga wajib mematuhi protokol kesehatan, perlu dikarantina 3 hari di tempat yang disetujui pemerintah, serta dianjurkan berangkat dengan penerbangan langsung atau 1 kali transit dengan pemberangkatan dan pemulangan jemaah melalui bandara internasional.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR meminta pemerintah berupaya kuat agar Indonesia bisa masuk daftar negara yang bisa mengirimkan jemaahnya untuk umrah di tahap ketiga 1 November mendatang.

Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali pelaksanaan Ibadah Umrah secara bertahap mulai 4 Oktober 2020. Untuk tahap 1, pembatasan kapasitas jemaah maksimal ribu orang, tahap 2 sebanyak 15 ribu jemaah, dan tahap 3 yang akan dimulai pada 1 November 2020 dengan kuota 100 persen bagi jemaah luar Saudi, dari negara yang dinilai tak berisiko secara kesehatan.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:49
PEMKOT MALANG AKAN REVITALISASI TIGA PASAR RAKYAT PADA 2021   KEMENKO PMK HARAP PEMBINAAN, PENGEMBANGAN, SERTA PERLINDUNGAN UMKM YANG DIBIDANGI PEREMPUAN LEBIH DITEKANKAN   PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU 2021, KORLANTAS POLRI SIAPKAN REKAYASA LALU LINTAS   PMI: TAK ADA PENULARAN COVID-19 LEWAT DARAH, MASYARAKAT TETAP BISA DONOR DARAH   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DORONG PENGUATAN EKOSISTEM RISET DAN INOVASI NASIONAL   MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   BPOM: VAKSIN COVID-19 SINOVAC SUDAH MEMENUHI SYARAT UNTUK DAPAT LABEL HALAL DARI MUI   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: SEKOLAH TATAP MUKA HARUS SEIZIN PERWAKILAN ORANGTUA   BUPATI BANYUMAS: PENYEBARAN COVID-19 DI BANYUMAS AKIBAT TRANSMISI LOKAL YANG TAK TERKENDALI   BAWASLU PAPUA BARAT HARAP TIDAK ADA PEMUNGUTAN SUARA ULANG PADA PILKADA PAPUA BARAT   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA MUI DAN TOKOH AGAMA BANGUN KESADARAN PENTINGNYA VAKSIN COVID-19   PRESIDEN JOKOWI SEBUT MULAI 2021 PEMERINTAH AKAN BANGUN 7 LOKASI PEMBIBITAN TANAMAN   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO HARAP VAKSIN MERAH PUTIH DIDISTRIBUSIKAN DI TRIWULAN 4 2021   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO SEBUT BUTUH 360 JUTA DOSIS VAKSIN UNTUK CAPAI "HERD IMMUNITY" COVID-19