Kompas TV nasional sapa indonesia

Libur Panjang, Epidemiolog: Pemda Harus Beri Surat Edaran Larangan Bekerumun

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 21:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Epidemiolog Universitas Airlangga Windu Purnomo mengatakan jika masyarakat Indonesia masih sulit menerapkan protokol jaga jarak, apalagi saat libur panjang pekan depan.

Untuk itu, menurutnya Pemda harus turun tangan memberikan surat edaran kepada pihak-pihak penyedia jasa dan layanan selama libur panjang, berupa larangan berkerumun.

"Pemerintah daerah memberikan surat edaran kepada setiap pengelola, resto, tempat wisata, dan sebagainya dengan ketat baik protokol maupun infrastruktur benar-benar menjaga jangan sampai ada yang berkerumun," kata Windu kepada KompasTV, Rabu (24/10/2020).

Munculnya klaster liburan juga lonjakan kasus corona nasional setelah libur panjang Juli dan Agustus lalu tentu menjadi catatan penting bagi semua pihak.

Pemerintah pun sudah berupaya mengantisipasi segala kemungkinannya.

Tapi apakah ini akan cukup efektif meredam keinginan masyarakat khususnya mereka yang ingin mengisi liburan panjang pada akhir bulan nanti?

Simak pembahasannya bersama Epidemiolog Universitas Airlangga Windu Purnomo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:01
SATGAS COVID-19: PEMERINTAH TENGAH MELAKUKAN FINALISASI UNTUK MENENTUKAN DAERAH YANG PRIORITAS TERIMA VAKSIN    HARI INI, KEMENKO PMK GELAR RAPAT SOAL PENGURANGAN LIBUR AKHIR PEKAN   TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, CALON WALI KOTA DEPOK M IDRIS DIRAWAT DI RSUD DEPOK   WALI KOTA BOGOR BIMA ARYA SUGIARTO BERKOORDINASI DENGAN RS UMMI MINTA RIZIEQ SHIHAB JALANI TES SWAB COVID-19   PEMIMPIN ORMAS FPI RIZIEQ SHIHAB DAN ISTRI SYARIFAH FADHLUN YAHYA JALANI PERAWATAN DI RS UMMI SEJAK 25 NOVEMBER 2020   JADI TERSANGKA KASUS KORUPSI EKSPOR BENIH LOBSTER, EDHY PRABOWO: SAYA IKUTI PROSESNYA   MIFTACHUL AKHYAR RESMI MENJADI KETUM MUI MENGGANTIKAN MA'RUF AMIN YANG JABAT KETUA DEWAN PERTIMBANGAN MUI   DJOKO TJANDRA MENGATAKAN TIBA DI INDONESIA 5 JUNI 2020 DAN DIJEMPUT ANITA KOLOPAKING & BRIGJEN PRASETIJO UTOMO   DJOKO TJANDRA TIDAK TAHU TOMMY SUMARDI SERAHKAN UANG DARINYA KE IRJEN NAPOLEON BONAPARTE & BRIGJEN PRASETIJO UTOMO   DJOKO TJANDRA BERI UANG KEPADA TOMMY SUMARDI 500.000 DOLLAR AS & 200.000 DOLLAR SINGAPURA UNTUK URUS "RED NOTICE"    BERSAKSI DI PERSIDANGAN, DJOKO TJANDRA MENGAKU MENYERAHKAN PROSES PENCABUTAN "RED NOTICE" DPO KE TOMMY SUMARDI   BMKG MEMPERKIRAKAN JABODETABEK DIGUYUR HUJAN HARI INI    SATGAS COVID-19: MENGHALANGI PETUGAS KESEHATAN MEMERIKSA AKAN DIJATUHI SANKSI   HARI INI, MENDAG AGUS SUPARMANTO LEPAS EKSPOR 15 TON IKAN TUNA DARI SISTEM RESI GUDANG DI BENOA BALI KE KOREA SELATAN