Kompas TV nasional peristiwa

Kenali dan Waspadai Dampak La Nina yang Sebabkan Hujan Lebat

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 20:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - BMKG meminta warga waspada akan dampak La Nina yang menyebabkan meningkatnya curah hujan.

Termasuk waspada angin kencang yang berpotensi terjadi sepekan ke depan di wilayah Jawa.

BMKG menganalisa adanya perbedaan fenomena puting beliung yang terjadi di wilayah Bekasi dengan La Nina, angin kencang atau puting beliung umumnya terjadi pada siang atau sore hari.

Dan biasanya potensi cuaca ekstrim puting beliung akan terjadi awal musim hujan.

Warga diminta waspada saat ada pembentukan awan cukup cepat berbentuk kol, berwarna gelap, dan terjadi siang hari.

“Masyarakat perlu mewaspadai ketika di wilayahnya terbentuk awan yang cukup cepat seperti ini. Dengan ciri-ciri fisik atau visual awan berbentuk gumpalan-gumpalan seperti bunga kol kemudian kisaran terbentuk jam subuh hingga jam 2 siang. Termasuk terbentuk cukup cepat dan kemudian cenderung berwarna gelap ketika jelang sore hari,” kata Nanda Alfuadi, Prakirawan Cuaca BMKG

Pasca puting beliung di Bekasi, sebanyak 117 rumah rusak terutama di wilayah Kaliabang Tengah.

Warga mulai memperbaiki rumah mereka.

Di wilayah Kaliabang Tengah ada empat RT terdampak puting beliung.

Bantuan dari pemerintah Kota Bekasi dan sejumlah pihak telah diterima warga antara lain logistik dan terpal untuk warga yang rumahnya rusak di bagian atap.

Secara awam, bagaimana warga tahu sedang terjadi fenomena La Nina?

Simak dialog lengkapnya bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:55
PEMKOT MALANG AKAN REVITALISASI TIGA PASAR RAKYAT PADA 2021   KEMENKO PMK HARAP PEMBINAAN, PENGEMBANGAN, SERTA PERLINDUNGAN UMKM YANG DIBIDANGI PEREMPUAN LEBIH DITEKANKAN   PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU 2021, KORLANTAS POLRI SIAPKAN REKAYASA LALU LINTAS   PMI: TAK ADA PENULARAN COVID-19 LEWAT DARAH, MASYARAKAT TETAP BISA DONOR DARAH   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DORONG PENGUATAN EKOSISTEM RISET DAN INOVASI NASIONAL   MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   BPOM: VAKSIN COVID-19 SINOVAC SUDAH MEMENUHI SYARAT UNTUK DAPAT LABEL HALAL DARI MUI   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: SEKOLAH TATAP MUKA HARUS SEIZIN PERWAKILAN ORANGTUA   BUPATI BANYUMAS: PENYEBARAN COVID-19 DI BANYUMAS AKIBAT TRANSMISI LOKAL YANG TAK TERKENDALI   BAWASLU PAPUA BARAT HARAP TIDAK ADA PEMUNGUTAN SUARA ULANG PADA PILKADA PAPUA BARAT   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA MUI DAN TOKOH AGAMA BANGUN KESADARAN PENTINGNYA VAKSIN COVID-19   PRESIDEN JOKOWI SEBUT MULAI 2021 PEMERINTAH AKAN BANGUN 7 LOKASI PEMBIBITAN TANAMAN   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO HARAP VAKSIN MERAH PUTIH DIDISTRIBUSIKAN DI TRIWULAN 4 2021   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO SEBUT BUTUH 360 JUTA DOSIS VAKSIN UNTUK CAPAI "HERD IMMUNITY" COVID-19