Kompas TV regional berita daerah

Pesan Para Ibu : Patuhi Protokol Kesehatan agar Virus Corona Tidak Meluas

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:37 WIB

JEMBERKEDIRIBLITAR, KOMPAS.TV - Sejumlah ibu rumah tangga dengan berbagai profesi berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Mereka pun berharap kepada seluruh masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Harapan pertama datang dari seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai dokter di rumah sakit dr. Soebandi Jember Jawa Timur. Ia adalah dr. Binar Rahma Utami, seorang spesialis patologi klinik. Setiap hari, ia dikejar waktu untuk memeriksa sampel cairan pasien yang memiliki gejala klinis di laboratorium. Ia bekerja keras agar hasil tes swab segera keluar dan tim medis lainnya dapat segera mengambil tindakan.

Karena profesinya, ia pun rentan tertular virus corona. Tak heran usai pulang kerja, ia langsung membersihkan barang bawaannya dengan cairan desinfektan. Ia meletakkan pakaian kotornya di tempat khusus dan membuang masker yang sudah dipakai. Ini dilakukan agar keluarganya di rumah tetap aman dari penularan virus.

Ia juga selalu mengingatkan kepada keluarga dan tetangganya agar selalu patuh pada protokol kesehatan, karena hal tersebut merupakan vaksin terbaik untuk melawan virus corona.  

Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang polisi wanita, yakni Bripka Anisa Saraswati. Polwan yang bertugas di Polsek Sananwetan Kabupaten Blitar ini selalu mengingatkan masyarakat untuk patuh pada penerapan protokol kesehatan.

Kesadaran tersebut ia awali dari sendiri dan keluarganya. Ia selalu mengajak keluarganya disiplin pada 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Ia selalu memberikan makanan bergizi kepada keluarga dan mengajaknya berolahraga agar sehat dan imun tubuh kuat.

Pesan serupa juga disampaikan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai pengusaha batik. Ia adalah Kasiana, warga Kelurahan Dandangan Kota Kediri. Selain harus berjuang agar produk kain batiknya laku terjual di tengan pandemi, ia juga harus berjuang agar dirinya, keluarga dan karyawannya tidak terpapar covid-19.

Ia pun selalu disiplin menerapkan 3 M dan mengingatkan keluarga beserta karyawannya untuk patuh pada anjuran pemerintah.

Perjuangan yang sama juga dilakukan oleh seorang ibu penyandang disabilitas, yakni ibu Rini, asal Kabupaten Blitar. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tak henti-hentinya mengingatkan anak dan suaminya yang juga difabel untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Meski masih tinggal di Asrama Penampungan Disabilitas Kinasih, ia selalu memastikan keluarganya mendapatkan asupan bergizi.

Harapan para ibu tersebut menjadi doa bagi kita semua dan patut kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari agar wabah virus corona segera berakhir dan ekonomi normal kembali.

#IbuRumahTangga #PesanIbu #HarapanIbu #DoaIbu #PandemiCovid19 #Doktor #Polwan #PengusahaBatik #Disabilitas #Kediri #Blitar #Jember #Berita Jember

Penulis : KompasTV Jember



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:30
LIVERPOOL MENGIRIMKAN EMPAT PEMAINNYA UNTUK MASUK DALAM DAFTAR 11 PEMAIN TERBAIK FIFA 2020    MANCHESTER CITY MENANG 1-0 ATAS OLYMPIAKOS UNTUK PASTIKAN SATU TEMPAT DI BABAK 16 BESAR LIGA CHAMPIONS   LEGENDA SEPAK BOLA DUNIA DIEGO MARADONA MENINGGAL DUNIA DI USIA 60 TAHUN AKIBAT SERANGAN JANTUNG   INOVASI LAYANAN PUBLIK KEMENTAN RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI TOP 45 INOVASI PELAYANAN PUBLIK 2020 DARI KEMENPAN-RB   KEMENTAN MENDAPAT PENGANUGERAHAN BADAN PUBLIK PALING INFORMATIF DARI KOMISI INFORMASI PUSAT   KPU GOWA, SULAWESI SELATAN, TEMUKAN 7.000 LEBIH KERTAS SURAT SUARA PILKADA 2020 MENGALAMI KERUSAKAN   KPU BANGLI, BALI, TEMUKAN RIBUAN SURAT SUARA PILKADA 2020 RUSAK KARENA SOBEK, CETAKAN PUDAR, DAN TERKENA NODA TINTA   PROVINSI JAWA TENGAH SIAPKAN 2.708 TENAGA VAKSINATOR KORONA   EDHY PRABOWO TERSANGKA, PRESIDEN JOKOWI TUNJUK LUHUT BINSAR PANDJAITAN JADI MENTERI KELAUTAN & PERIKANAN AD INTERIM   JADI TERSANGKA KPK, EDHY PRABOWO MENYATAKAN AKAN MENGUNDURKAN DIRI DARI MENTERI DAN WAKETUM GERINDRA   KPK SECARA TOTAL MENANGKAP 17 ORANG DALAM KASUS DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI IZIN EKSPOR BENIH LOBSTER   SEUSAI DITETAPKAN JADI TERSANGKA, MENTERI EDHY PRABOWO MENGAKU SIAP BERTANGGUNG JAWAB   MENTERI EDY PRABOWO DIDUGA MENERIMA SUAP RP 3,4 MILIAR DAN 100.000 DOLLAR AS TERKAIT IZIN EKSPOR BENIH LOBSTER   SELAIN EDHY PRABOWO, KPK TETAPKAN 6 TERSANGKA LAINNYA ATAS KASUS PENERIMAAN SUAP IZIN EKSPOR BENIH LOBSTER