Kompas TV klik360 cerita indonesia

Usaha Kreasi Alat Musik Drumbox Ala Anak Kost

Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:49 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV – Berawal dari hobi yang sama, 3 orang pemuda asal kabupaten Bone, Makassar memulai usaha Cahon Drumbox.

Ady nukman, Ian dan Zisan memulai usaha ini pada tahun 2018 lalu.

Bermodalkan tabungan dan uang saku ketiganya, 2 tahun lalu mereka merintis usaha di kostan di Rappocini, Kota Makassar.

Pembuatan drumbox ini mereka pelajari secara otodidak.

Mereka juga bereksperimen dengan membuat drumbox elektrik dan akustik yang kini menjadi primadona drumbox Makassar.

Harga per unit berbeda - beda tergantung bahan dan model.

Bahan membuat Cahon ini menggunakan triplek peliut dan kayu solid mahoni.

Sedangkan untuk model ada 2 varian yakni kotak dan trapesium.

Harga terendah dengan bahan triplek peliut dengan banderol dengan harga 400.000 rupiah sedangkan yang termahal di jual dengan harga 700.000 rupiah. Mereka juga menyediakan layanan stiker yang bisa di sesuaikan dengan keinginan konsumen.

Untuk pemasaran Cahon Drumbox Makassar menggunakan sosial media whatsapp dan instagram serta facebook.

Sebelum pandemi covid-19 dalam 1 bulan cahon drumbox Makassar bisa menjual hingga 70 unit cahon Drumbox. Penjualan sudah merambah seluruh Sulawesi, Kalimatan, NTT, Maluku dan Papua dengan omset mancapai belasan juta rupiah.

Namun memasuki masa pandemi Corona di bulan maret lalu usaha miliknya mengalami tantangan.

Sempat tutup karena tidak ada orderan dan adanya PSBB dan mengakibatkan Pegawainya menganggur. Usaha mereka baru bisa kembali setelah PSBB di cabut.

Hasil dari penjualan ini bisa membiayai kebutuhan hidup ketiganya  dan untuk biaya kuliah.

Kini Ady, Ian dan Zisan fokus mengembangkan usaha mereka agar dapat terus melebarkan penjualan ke seluruh Indonesia.

Meski berawal dari kos-kosan namun semangat untuk bisa menjadi seorang pengusaha.

Penulis : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:47
TARGETKAN 77,5 PERSEN PARTISIPASI PADA PILKADA 2020, KPU GANDENG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT   KPK PANGGIL SEMBILAN SAKSI DALAM KASUS KORUPSI STADION MANDALA KRIDA YOGYAKARTA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: SELEKSI GURU PPPK DILAKUKAN BERDASARKAN KEBUTUHAN   MENKEU SRI MULYANI SEBUT TERUS JAGA APBN TETAP SEHAT DI TENGAH PANDEMI COVID-19   WAPRES MINTA MENTERI BUMN CARI MODEL BISNIS YANG BISA MENGEMBANGKAN BANK WAKAF MIKRO   KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN: INDUSTRI MANUFAKTUR RI MASIH DALAM KESIAPAN AWAL MENUJU PENERAPAN INDUSTRI 4.0   MENAKER IDA FAUZIYAH: PANDEMI COVID-19 CIPTAKAN TATANAN DUNIA KERJA BARU   PHRI: DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN DAPAT PULIHKAN PARIWISATA DAERAH   WAKIL KETUA KOMISI IX: PENGURANGAN LIBUR AKHIR TAHUN UNTUK CEGAH KERUMUNAN   SERIKAT PETANI INDONESIA AJUKAN PERMOHONAN UJI MATERI UU CIPTA KERJA KE MK   PEMKAB BANYUMAS BENTUK TIM "TASK FORCE" UNTUK BUBARKAN KERUMUNAN YANG BERPOTENSI JADI KLASTER COVID-19   SEKOLAH TATAP MUKA SAAT PANDEMI, KADISDIK KALBAR SUGENG HARIADI: ORANGTUA BERHAK TAK IZINKAN ANAKNYA MASUK SEKOLAH   KEPALA DISDIKPORA KARAWANG ASEP JUNAEDI SEBUT SEKOLAH DI KARAWANG SIAP BERLAKUKAN BELAJAR TATAP MUKA   BPOM BANTU TINGKATKAN KAPASITAS REGULATOR PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN PALESTINA