Kompas TV nasional berita kompas tv

Setahun Jokowi Ma'ruf, Kebebasan Berpendapat Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peretasan akun media sosial dan penangkapan sejumlah aktivis, beberapa kali terjadi dalam setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hasil survei Litbang Kompas, menunjukkan, kondisi ini cukup memengaruhi kepercayaan publik kepada pemerintah.

Persoalan kebebasan berpendapat ini disorot, karena yang dilemahkan adalah mereka yang bersuara kritis.

Hanya dalam hitungan hari sejak unjuk rasa menolak undang-undang cipta kerja meluas sejak 6 Oktober, para petinggi koalisi aksi menyelamatkan Indonesia atau kami, dicokok dan jadi tahanan bareskrim Polri.

Di antaranya, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana.

Polisi menjerat para petinggi kami ini, dengan pasal penyebaran berita bohong, yang berisi hasutan, dan ujaran kebencian di media sosial, terkait aksi penolakan undang-undang cipta kerja.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia mencurigai, ada kejanggalan di balik proses penangkapan dan penetapan tersangka serta proses hukum yang begitu cepat, terhadap aktivis KAMI.

Dugaan pelemahan terhadap mereka yang bersuara kritis, juga terjadi pada agustus lalu. Pada 19 Agustus 2020, akun twitter pribadi milik Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono diretas.

Dalam unggahannya, yang sempat viral di media sosial, terdapat kata-kata bernada yang tidak biasanya dibagikan Pandu. Selain itu, juga ada unggahan foto pandu bersama seorang perempuan.

Pandu Riono yang dikonfirmasi kompas.com saat itu, membenarkan bahwa akun twitternya telah diretas.

Pandu Riono selama ini rajin mengkritisi kebijakan dan aturan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19

Mundur lagi, 22 April 2020 lalu, Peneliti Kebijakan Publik dan Aktivis Demokrasi, Ravio Patra, juga sempat ditangkap polisi, atas dugaan penyebaran pesan berisi provokasi untuk menjarah pada 30 April 2020, lewat aplikasi pesan whatsapp.

Meski demikian, kantor staf presiden mengklaim, selama ini pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berkomitmen menjaga iklim demokrasi.

Penulis : Aleksandra Nugroho


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:06
BLACKPINK DITUNJUK JADI DUTA KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM PBB (COP26) 2021   BNPB: 60 RUMAH RUSAK RINGAN PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 5,2 DI LABUHA, HALMAHERA SELATAN   SEMPAT PADAM SAAT GEMPA 5,2 MAGNITUDO, JARINGAN LISTRIK DI LABUHA, HALMAHERA SELATAN, KEMBALI PULIH   DARI KEDUA TERDUGA TERORIS YANG DITANGKAP DI SURABAYA DAN MOJOKERTO SEJUMLAH BARANG BUKTI DISITA DI ANTARANYA PEDANG   DENSUS 88 POLRI TANGKAP DUA PRIA TERDUGA TERORIS DI SURABAYA DAN MOJOKERTO, JAWA TIMUR   TERKAIT PENEMBAKAN DI CENGKARENG, KOMPOLNAS MINTA POLRI LAKUKAN TES KEJIWAAN BAGI POLISI PEMEGANG SENJATA API   KPK INGATKAN KEPALA DAERAH YANG BARU DILANTIK AGAR SELALU MEMEGANG TEGUH INTEGRITAS   POLDA METRO JAYA BERENCANA USULKAN LOKASI KAMPUNG TANGGUH JAYA JADI LOKASI VAKSINASI COVID-19 UNTUK MASYARAKAT   AZIS SYAMSUDDIN: TAHANAN KPK BUKAN PRIORITAS VAKSINASI SEHINGGA BERPOTENSI TIMBULKAN KETIDAKSETARAAN AKSES   WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN MINTA KEMENKES MENGEVALUASI PROSEDUR PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 BAGI TAHANAN KPK   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR: TOTAL PESERTA YANG DIVAKSINASI DI KOMPLEKS PARLEMEN DIPERKIRAKAN MENCAPAI 12.000 ORANG   SYARAT BAWA HASIL TES USAP DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK KEMBALI DIPERPANJANG HINGGA LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 3.292: 2.368 SEMBUH, 171 MENINGGAL DUNIA, DAN 753 DALAM PERAWATAN   HINGGA 26 FEBRUARI 2021, KASUS COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.322.866 ORANG, 1.128.672 SEMBUH, & 35.786 MENINGGAL DUNIA