Kompas TV nasional sapa indonesia

Jokowi-Ma'ruf Disebut Membuat Kebijakan Tak Populer demi Masa Depan

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:14 WIB

KOMPAS.TV - Tepat 20 Oktober 2020, genap satu tahun kepemimpinan Jokowi - Ma'ruf Amin. Sejauh mana capaian kinerja pemerintah di tahun pertama periode kedua kepemimpinan Jokowi ini?

Litbang Kompas merilis hasil survei tingkat kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan wakilnya Ma'ruf Amin selama satu tahun terakhir.

Hasil survei melalui telepon ke 529 responden di 80 kota/kabupaten Indonesia, didapati 46.3 persen menyatakan tidak puas dan 39.7 persen menyatakan puas.

Sisanya 5.5 persen menyatakan sangat puas, 6.2 persen menyatakan sangat tidak puas, dan 2.3 persen tidak tahu.

Tingkat kepercayaan survei tersebut 95 persen dengan margin of error 4 persen.

Dalam survei, proses penyusunan UU Cipta Kerja menjadi isu yang paling mempengaruhi ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan.

Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai bahwa selama satu tahun ke belakang pemerintahan Jokowi - Ma'ruf tidak terlalu peduli dengan gerakan anti korupsi.

Tahun pertama dalam periode kedua pemerintahan Jokowi memang diterpa tantangan berat. Virus corona merebak, penanganan pemerintah pun dituntut harus cepat.

Yang jelas, PR pemerintahan Jokowi - Ma'ruf masih terbilang banyak.

Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Dikhawatirkan Warga Terjadi

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar kamu semua tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. Subscribe juga channel YouTube Kompas TV dan aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru langsung.

Penulis : Christandi Dimas



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:56
AKTIVITAS GUNUNG SEMERU MENINGKAT, BANDARA ABDULRACHMAN SALEH DI MALANH, JATIM, TETAP BEROPERASI NORMAL   BMKG: DALAM EMPAT HARI TERAKHIR KABUPATEN PARIGI MOUTONG, SULTENG, DAN SEKITARNYA DIGUNCANG 25 KALI GEMPA   KPK TELAH LIMPAHKAN PENYIDIKAN KASUS DUGAAN KORUPSI DAN GRATIFIKASI MANTAN BUPATI BOGOR RACHMAT YASIN KE JAKSA   PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK RAHADIANSYAH MINTA PEMDA FOKUS PENEGAKAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT LIBUR NATAL & TAHUN BARU   WAPRES MA'RUF AMIN BERHARAP FORUM ZAKAT DUNIA DAPAT MEMBANTU PEMULIHAN EKONOMI DUNIA PASCA PANDEMI COVID-19   ANTISIPASI KASUS COVID-19 NAIK, WALI KOTA BEKASI TAMBAH TEMPAT TIDUR DI RUANG ISOLASI DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA   POLISI PERIKSA RT HINGGA CAMAT TANAH ABANG TERKAIT ACARA PIMPINAN FPI RIZIEQ SHIHAB YANG MENIMBULKAN KERUMUNAN   PERLUDEM MEMINTA PEMERINTAH PERKUAT KOORDINASI MITIGASI POTENSI PENULARAN COVID-19 SAAT PILKADA SERENTAK 2020   PEMKOT SOLO TUTUP SEMENTARA PASAR GEDE SISI TIMUR SELAMA SEPEKAN SETELAH 11 PEDAGANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19   KADINKES DKI WIDYASTUTI SEBUT WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA POSITIF COVID-19 MESKI TIDAK BERGEJALA ATAU OTG   PRESIDEN JOKOWI MEMINTA KAPOLRI USUT TUNTAS JARINGAN PELAKU TEROR DI KABUPATEN SIGI HINGGA KE AKARNYA   PRESIDEN JOKOWI MENGUTUK KERAS SEGALA BENTUK TINDAK TEROR & DI LUAR BATAS KEMANUSIAAN DI KABUPATEN SIGI   PEMERINTAH MENJAMIN KEAMANAN WARGA PASCAPERISTIWA PEMBUNUHAN DI KABUPATEN SIGI   MARSEKAL HADI TJAHJANTO SIAPKAN PASUKAN KHUSUS TNI UNTUK BURU PELAKU PEMBUNUHAN DI KABUPATEN SIGI, SULTENG