Kompas TV nasional berita kompas tv

BEM SI Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Ricuh, Marinir Ajak Massa Membubarkan Diri

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Massa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, BEM SI dan buruh kembali menggelar unjuk rasa menolak disahkannya Omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

Unjuk rasa yang dipusatkan di sekitar Patung Kuda, tak jauh dari Monas, bertepatan dengan setahunnya pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Unjuk rasa yang dimulai sejak siang hingga sore hari ini awalnya berjalan tertib dan damai.

Namun menjelang maghrib, ada sejumlah massa yang menolak untuk membubarkan diri.

Ratusan personel TNI dari Korps Marinir akhirnya berhasil menenangkan para peserta unjuk rasa.

Mereka kemudian diminta membubarkan diri karena waktu penyampaian pendapat sudah berakhir.

Tanpa melakukan perlawanan, massa unjuk rasa secara suka rela membubarkan diri.

Sejumlah pembatas jalan dan ban yang sempat dibakar massa juga langsung dipadamkan pasukan marinir.

Menurut catatan polisi ada 33 orang yang diamankan dari aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Istana Kepresidenan Selasa (20/10) kemarin.

Penelusuran sedang dilakukan untuk mengetahui motif mereka ikut dalam aksi dan memicu kerusuhan.

Sementara itu, pada Selasa kemarin, Polda Metro Jaya juga merilis telah menangkap 3 orang tersangka penggerak massa yang turun pada aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang berujung ricuh pada 8 Oktober lalu.

Para pelaku disebut berperan dalam menyebarkan berita bohong atau hoaks dan ajakan untuk melakukan aksi vandalisme saat unjuk rasa terjadi.

Ketiga orang tersangka yang dibekuk polisi masih dibawah umur. Melalui media sosial facebook dan instagram para pelaku meminta agar mass aksi turun dengan membawa batu, senjata tajam hingga perlengkapan lain serta bertindak anarkistis.

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Longsor Rusak Dua Rumah Warga

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:07
INDONESIA DORONG PENYELESAIAN NOTA KESEPAHAMAN DENGAN MALAYSIA PERIHAL PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA   KEMENLU PULANGKAN 43 PEKERJA MIGRAN INDONESIA YANG DIDUGA KORBAN PERDAGANGAN ORANG DI ARAB SAUDI   SEPANJANG 2020, DENSUS 88 TANGKAP 32 ORANG TERDUGA TERORISME JARINGAN MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR (MIT)    PUSKESMAS TEJA, PAMEKASAN, JATIM, DITUTUP SELAMA 2 PEKAN SETELAH 3 TENAGA MEDIS POSITIF KORONA   DINKES GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, IZINKAN 42 PASIEN POSITIF KORONA JALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH   SEBANYAK 14 ANGGOTA KPPS GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 9 ANGGOTA DEWAN ARSITEK INDONESIA RESMI DIKUKUHKAN   WAPRES MA'RUF AMIN PASTIKAN MERGER 3 BANK SYARIAH DIDUKUNG SDM YANG MUMPUNI   DINKES KUDUS, JATENG: 1 LAGI GURU SMPN 3 JEKULO MENINGGAL KARENA KORONA, TOTAL ADA 4 GURU MENINGGAL   GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL SEBUT JABAR DIPREDIKSI KRISIS PANGAN PADA 2021   GUBERNUR BI PERRY WARJIYO PROYEKSIKAN PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN TAHUN DEPAN MENCAPAI 9%   POSITIF TERINFEKSI COVID-19, MENAKER IDA FAUZIYAH JADI MENTERI KEEMPAT YANG TERKENA KORONA   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO DILAPORKAN KE OMBUDSMAN KARENA TAK MERESPONS DESAKAN REVISI PP TENTANG TEMBAKAU   GELAR OTT, KPK TANGKAP BUPATI BANGGAI LAUT, SULTENG, WENNY BUKAMO