Kompas TV regional berita daerah

Positif Korona, 6 Pengunjuk Rasa Masih Diisolasi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan klaster baru penularan Covid-19, yakni klaster aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja, dimana ada 13 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah menjalani perawatan, dari 13 orang tersebut, saat ini 6 orang masih menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Dinas Kesehatan Kota Semarang terus melakukan upaya penekanan penyebaran virus Covid-19, salah satunya pada klaster aksi unjuk rasa penolakan undang-undang cipta kerja yang digelar di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Tes usap lanjutan akan dilakukan bagi 6 orang dari klaster aksi unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja, guna mengetahui apakah yang bersangkutan masih positif atau sudah negatif Covid-19. Jika hasil dari tes usap masih positif, maka ke 6 orang tersebut masih tetap menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Untuk melakukan tracking lanjutan, diharapkan peserta aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, bisa melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas terdekat. Dikarenakan jumlah peserta aksi unjuk rasa yang mencapai ratusan, maka Dinas Kesehatan Kota Semarang tidak bisa melakukan deteksi pada semua peserta aksi unjuk rasa yang melakukan kerumunan.

#UndangUndangCiptaKerja #Covid19 #Klaster

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Penulis : KompasTV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:03
MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DORONG PENGUATAN EKOSISTEM RISET DAN INOVASI NASIONAL    MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   MENAG FACHRUL RAZI: ASRAMA HAJI AKAN DISIAPKAN JADI TEMPAT KARANTINA UMRAH   PEMPROV JAWA TIMUR BERENCANA BANGUN KAWASAN INDUSTRI HALAL   BPIP: OMNIBUS LAW UU CIPTA KERJA SEJALAN DENGAN NILAI PANCASILA   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PENYELENGGARA PILKADA LEBIH MASIF SOSIALISASIKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   MASIH BANYAK ZONA MERAH, KETUA DPRD JATENG MINTA RENCANA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JANUARI 2021 DIKAJI ULANG   MENRISTEK: VAKSIN COVID-19 MERAH PUTIH BISA DIEKSPOR JIKA KEBUTUHAN DALAM NEGERI SUDAH TERPENUHI   SATGAS COVID-19: DATANGNYA VAKSIN BUKAN BERARTI PANDEMI LANGSUNG BERAKHIR   BUPATI SITUBONDO MENINGGAL KARNA COVID-19, GUBERNUR JATIM TUNJUK SEKDA SITUBONDO SYAIFULLAH JADI PLH BUPATI   TERJARING OTT KPK, PDI-P BERHENTIKAN WALI KOTA CIMAHI AJAY MUHAMMAD PRIATNA SECARA TIDAK HORMAT   SATRESKRIM POLRESTABES SEMARANG TANGKAP 4 ORANG SINDIKAT PEMBUAT & PENGEDAR UANG PALSU SENILAI RP 1 MILIAR   JAKSA PENUNTUT UMUM KEMBALIKAN BERKAS PERKARA 6 TERSANGKA KASUS KEBAKARAN GEDUNG KEJAGUNG KE BARESKRIM   KPK EKSEKUSI ASISTEN PRIBADI EKS MENPORA IMAM NAHRAWI, MIFTAHUL ULUM KE LAPAS SUKAMISKIN BANDUNG