Kompas TV nasional kompas siang

Kemenkes: Vaksin Covid-19 Bisa Dimulai November 2020

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Walaupun semua sukarelawan sudah mendapat suntikan, uji klinis calon vaksin covid-19, buatan Sinovac Tiongkok, masih jauh dari rampung. 

Tapi tampaknya, pemerintah tetap ngebet ingin memulai vaksinasi massal corona, pada akhir November 2020.

Presiden bahkan berulang kali mengingatkan para pembantunya, tentang pentingnya komunikasi soal vaksinasi covid-19, agar tak jadi isu liar.

Pemerintah berjanji, keamanan, dan kemanjuran vaksin, tetap jadi prioritas utama, sebelum disuntikkan ke masyarakat.

Hati-hati komunikasi publik soal vaksinasi covid-19. Berkali-kali presiden mengingatkan jajarannya, dalam rapat terbatas kabinet, Senin siang.

Presiden meminta, setiap aspek soal vaksinasi corona, tidak dianggap enteng. Keamanan dan kehalalan, hingga persiapan teknis distribusi vaksin, harus cermat.

Pemerintah memastikan ingin tancap gas memulai vaksinasi massal corona, pada akhir November 2020, kepada 9,1 juta orang.

“Setidaknya di minggu pertama November 2020 kita harapkan kita sudah mendapatkan kepastian  tentang keamanan dalam terminology kita, aman dalam aspek manfaat dan akibat yang di keluarkan oleh Badan POM.” Ujar Kemenkes Achmad Yurianto.

Tenaga medis, terutama yang menangani pasien covid-19, dan petugas laboratorium yang berhadapan dengan virus, jadi urutan pertama yang akan mendapat vaksinasi, diikuti petugas layanan publik, seperti Satpol PP, Polisi, dan TNI.

Yang bisa mendapat vaksin, juga mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun, karena belum ada uji klinis untuk mereka yang berada di luar rentang usia tersebut.

Namun, penelitian uji klinis vaksin covid-19 buatan Sinovac di Bandung, belum sepenuhnya rampung.

Penelitian kemampuan vaksin membentuk antibodi, keamanan, dan efektivitas vaksin, pada 540 sukarelawan, baru selesai paling cepat Desember. 
 

Penulis : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:23
MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DORONG PENGUATAN EKOSISTEM RISET DAN INOVASI NASIONAL   MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   BPOM: VAKSIN COVID-19 SINOVAC SUDAH MEMENUHI SYARAT UNTUK DAPAT LABEL HALAL DARI MUI   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: SEKOLAH TATAP MUKA HARUS SEIZIN PERWAKILAN ORANGTUA   BUPATI BANYUMAS: PENYEBARAN COVID-19 DI BANYUMAS AKIBAT TRANSMISI LOKAL YANG TAK TERKENDALI   BAWASLU PAPUA BARAT HARAP TIDAK ADA PEMUNGUTAN SUARA ULANG PADA PILKADA PAPUA BARAT   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA MUI DAN TOKOH AGAMA BANGUN KESADARAN PENTINGNYA VAKSIN COVID-19   PRESIDEN JOKOWI SEBUT MULAI 2021 PEMERINTAH AKAN BANGUN 7 LOKASI PEMBIBITAN TANAMAN   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO HARAP VAKSIN MERAH PUTIH DIDISTRIBUSIKAN DI TRIWULAN 4 2021   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO SEBUT BUTUH 360 JUTA DOSIS VAKSIN UNTUK CAPAI "HERD IMMUNITY" COVID-19   KOMNAS PEREMPUAN DESAK DPR MASUKKAN RUU PKS KE PROLEGNAS 2021   KASAT NARKOBA POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK: SELEBGRAM MILLEN CYRUS AKAN DIREHABILITASI DI LIDO, BOGOR   PEMERINTAH UPAYAKAN KETERSEDIAAN BUS INDONESIA DI ARAB SAUDI UNTUK LAYANI JEMAAH HAJI DAN UMRAH   POLISI DALAMI DUGAAN PENGERUKAN SALURAN AIR YANG SEBABKAN RUMAH ROBOH DAN KEBAKARAN DI SETIABUDI, JAKSEL