Kompas TV nasional berita kompas tv

Jamuan Makan Tersangka Kasus Djoko Tjandra, Kejari: Bukan Perlakuan Istimewa

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua Jenderal Polisi tersangka kasus red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo tengah makan bersama di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat pelimpahan berkas hari Jumat pekan lalu.

Foto makan siang ini diunggah oleh kuasa hukum Brigjen Prasetijo Utomo, Petrus Balla Pattyona di akun Facebooknya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna pun jadi sorotan karena disebut-sebuh menjamu makan siang kedua tersangka dan pengacaranya.

Terkait makan siang ini, Kejari Jaksel Anang Supriatna menyatakan tidak memberikan perlakuan istimewa kepada dua jenderal polisi itu.

Terkait peristiwa ini, Komisi Kejaksaan RI akan memanggil Kajari Jakarta Selatan, Anang Supriatna untuk meminta penjelasan.

Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak menyebut jamuan makan siang terhadap tersangka adalah hal yang wajar, selama sesuai dengan prosedur.

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, MAKI, meminta Kejaksaan Agung untuk mengevaluasi Kajari Jakarta Selatan, Anang Supriatna terkait jamuan makan siang kepada dua Jenderal tersangka red notice Djoko Tjandra.

MAKI melihat jamuan makan siang itu berlebihan, yang dapat melukai citra keadilan bagi rakyat.

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid menilai jika memang sesuai aturan, makan siang untuk tersangka di Kejaksaan Agung tidak perlu dipermasalahkan.

Namun jika dianggap melukai rasa keadilan masyarakat, perlu untuk dievaluasi.

Kasus surat jalan Djoko Tjandra dengan tersangka Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetio Utomo kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan menunggu untuk dilakukan penuntutan di pengadilan.

 

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:46
PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE SEBUT METRO MANILA MASIH DIKARANTINA HINGGA AKHIR 2020   AMAZON WEB SERVICE BERENCANA MEMBANGUN DATA "CENTER" DI INDONESIA PADA 2021   AMAZON WEB SERVICE SEBUT INDONESIA BERPOTENSI JADI PASAR LAYANAN "CLOUD" BERSKALA BESAR   KENA OTT KPK, KEKAYAAN BUPATI BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH, WENNY BUKAMO, MENCAPAI RP 5,43 M   OTT BUPATI BANGGAI LAUT WENNY BUKAMO, KPK JUGA TANGKAP PIHAK SWASTA   KAPOLRI JENDERAL IDHAM AZIS ANCAM PIDANA PIHAK YANG HALANGI PROSES HUKUM RIZIEQ SHIHAB   SATGAS COVID-19 KOTA BOGOR BELUM TERIMA HASIL TES USAP KORONA RIZIEQ SHIHAB   PGRI MENILAI HARUS ADA SANKSI BAGI GURU DAN PEGAWAI MAN 22 PALMERAH YANG BERWISATA KE YOGYAKARTA DI TENGAH PANDEMI   POLDA METRO JAYA USUT PEMBUAT VIDEO AJAKAN JIHAD DALAM AZAN YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL   PENYIDIK POLDA METRO JAYA AKAN JADWALKAN KEMBALI PEMANGGILAN TERHADAP TERSANGKA KASUS DUGAAN MAKAR, EGGI SUDJANA   FITRA MENILAI ANGGOTA DPRD DKI JAKARTA TAK BEREMPATI ATAS USULAN KENAIKAN GAJI DI TENGAH PANDEMI   SATGAS COVID-19 PAPUA SEBUT PEMERINTAH PUSAT KELIRU SAMPAIKAN DATA KORONA DI PAPUA KARENA MASALAH SISTEM   SATGAS COVID-19 AJAK MASYARAKAT BEKERJA SAMA KENDALIKAN ANGKA PENULARAN KORONA   SATGAS COVID-19 SEBUT MASYARAKAT KIAN ABAI TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN