Kompas TV klik360 cerita indonesia

Komnas HAM Temukan Fakta Baru Kasus Kematian Pendeta di Intan Jaya

Minggu, 18 Oktober 2020 | 22:28 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.TV - Setelah melakukan rekonstruksi peristiwa, pemeriksaan saksi dan Olah TKP. Komnas HAM RI bersama Komnas HAM perwakilan Papua menemukan fakta baru kasus kematian pendeta Yeremias Zanambani di Intan Jaya, Papua.

Kurang lebih sepekan berada di Intan Jaya untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap kematian pendeta Yeremias Zanambani.

Komisioner Komnas HAM RI Muhammad Chairul Anam dalam keterangan persnya di Jayapura mengatakan dari hasil rekonstruksi dan Olah TKP.

Komnas HAM menemukan bercak darah yang diduga milik korban dan banyak lubang peluru bekas tembakan dengan berbagai ukuran di lokasi kejadian.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan terhadap istri korban dan keterangan dari sejumlah tokoh agama dan tokoh adat setempat pihaknya mendapatkan fakta-fakta baru terkait penembakan pendeta Yeremias Zanambani.

Namun fakta-fakta tersebut akan diuji terlebih dulu bersama sejumlah ahli sebelum mengambil keputusan akhir

Chairul anam menyebut dari rekostruksi dan pemeriksaan saksi di lapangan pihaknya sudah menemukan titik terang pelaku penembakan terhadap pendeta Yeremias Zanambani namun seluruh barang bukti yang dikumpulkan akan terlebih dulu diuji.

Selain mendapatkan fakta baru, Komnas HAM juga mendapatkan pengaduan langsung dari masyarakat terkait penggunaan fasilitas sekolah sebagai pos aparat TNI di distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya yang menyebabkan ratusan siswa tidak bersekolah sehingga aduan ini akan disampaikan ke Menkopolhukam dan panglima TNI.

Selain itu, Komnas HAM juga menerima aduan dari tokoh agama setempat agar konflik aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata diselesaikan dengan pendekatan damai dan bukan pendekatan militer, karena pendekatan militer membuat warga setempat ketakutan.

Selama proses pemantauan dan penyelidikan hingga olah TKP, Komnas HAM RI dibantu oleh masyarakat setempat dan pemerintah Kabupaten Intan Jaya bahkan dalam penyelidikan tersebut tidak ada teror penembakan terhadap tim Komnas HAM.

Editor : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:33
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 42.522.402 POSITIF, 28.691.126 SEMBUH, 1.148.490 MENINGGAL DUNIA   KEMENDAG DORONG EKSPOR PRODUK HALAL KE NEGARA YANG TAK TERGABUNG DALAM ORGANISASI KERJA SAMA ISLAM (OKI)   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL HARUS SEIRING DENGAN KEBIJAKAN PRO-UMKM   POLISI TETAPKAN 11 TERSANGKA PERUSAK KANTOR DPD NASDEM MAKASSAR SAAT DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT ADA KEPALA DAERAH SENGAJA TIDAK TES KORONA AGAR TETAP DI ZONA HIJAU   DISHUB JATENG: POSKO PANTAU AKAN DIDIRIKAN DI EXIT TOL BREBES, GERBANG TOL KALIKANGKUNG, DAN SIMPANG BAWEN-AMBARAWA   ANTISIPASI LONJAKAN PENDATANG SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, DISHUB JATENG BUAT 3 POSKO PANTAU   PANTAU WARGA JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN, BUPATI SUMEDANG PASANG CCTV PEMANTAU DI 5 TITIK KERAMAIAN   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT TRANSAKSI DIGITAL MENINGKAT HINGGA 64% SELAMA PSBB   SELAMA PANDEMI, GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT 1 JUTA ORANG DI JAKARTA BEKERJA DARI RUMAH   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, BUPATI LEBAK TUTUP SELURUH LOKASI WISATA SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER   JELANG LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, PEJABAT SEMENTARA GUBERNUR JAMBI MINTA POS JAGA PERBATASAN DIAKTIFKAN   PANDEMI KORONA, MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PENANGANAN KESEHATAN DAN EKONOMI HARUS BERSAMAAN   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD INGATKAN DOKTER SELALU MENGEDEPANKAN INDEPENDENSI DALAM BERTUGAS