Kompas TV regional berita daerah

Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Sempat Bertahan Hingga Tengah Malam

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 00:21 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Upaya membubarkan massa yang berunjuk rasa menolak undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta bersama Danrem 101/Antasari Brigjen Tni Firmansah dan Biro Hukum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel Sumarlan pada Kamis (15/10/20).

Namun upaya bujukan agar  membubarkan diri  tetap tidak diindahkan Mahasiswa yang sudah bertahan di Jl. Lambung Mangkurat. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang menjadi lokasi unjuk rasa sejak sekitar pukul 14.30 Siang, Kamis (15/10/2020).

Waktu telah melewati pukul delapan malam, dan massa tetap berdiam di lokasi unjuk rasa begitupun petugas pengamanan yang tetap dalam barisan.

Baca Juga: Demo UU Cipta Kerja, Mahasiswa di Kalsel Tuntut Presiden Terbitkan PERPPU
Massa bahkan sempat  mengancam tidak akan membubarkan diri sebelum tuntutan meminta Presiden Joko Widodo hadir di Kalsel dan segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) untuk membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Yang jelas kami akan aksi terus kami akan rencanakan lagi kami akan konsolidasi lagi kami akan turun lagi” Kata Ahdiat Zairullah, Koordinator Wilayah BEM Se-Kalsel.

Setelah upaya Kapolda dan Danrem belum membuahkan hasil, arus lalu lintas kemudian dibuka sebagian dan mahasiswa tetap menduduki jalan lambung Mangkurat hingga menjelang tengah malam.

Baca Juga: Unjuk Rasa Mahasiswa Kalsel Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja Minta DPRD Temui Presiden

Hingga diberi tenggat waktu sampai pukul 12 malam, petugas kemudian kembali mendatangi mahasiswa untuk membujuk agar membubarkan diri.

Koordinator mahasiswa yang kala itu telah melakukan diskusi dengan rekannya kemudian kembali dan menyatakan tetap akan bertahan.

Setelah melalui perdebatan alot,  massa  memlih  menghentikan aksi mereka dan bersama sama membubarkan diri sekitar pukul 00.30 Wita.

Mahasiswa kemudian meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan bergandengan tangan sembari menyanyikan sejumlah lagu.

Aksi yang berlangsung kurang lebih sepuluh jam itu[un berakhir dengan damai tanpa menyebabkan kerusakan yang berarti.

Editor : KompasTV Banjarmasin



BERITA LAINNYA


Peristiwa

BPBD Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:09
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 42.522.402 POSITIF, 28.691.126 SEMBUH, 1.148.490 MENINGGAL DUNIA   KEMENDAG DORONG EKSPOR PRODUK HALAL KE NEGARA YANG TAK TERGABUNG DALAM ORGANISASI KERJA SAMA ISLAM (OKI)   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL HARUS SEIRING DENGAN KEBIJAKAN PRO-UMKM   POLISI TETAPKAN 11 TERSANGKA PERUSAK KANTOR DPD NASDEM MAKASSAR SAAT DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT ADA KEPALA DAERAH SENGAJA TIDAK TES KORONA AGAR TETAP DI ZONA HIJAU   DISHUB JATENG: POSKO PANTAU AKAN DIDIRIKAN DI EXIT TOL BREBES, GERBANG TOL KALIKANGKUNG, DAN SIMPANG BAWEN-AMBARAWA   ANTISIPASI LONJAKAN PENDATANG SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, DISHUB JATENG BUAT 3 POSKO PANTAU   PANTAU WARGA JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN, BUPATI SUMEDANG PASANG CCTV PEMANTAU DI 5 TITIK KERAMAIAN   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT TRANSAKSI DIGITAL MENINGKAT HINGGA 64% SELAMA PSBB   SELAMA PANDEMI, GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT 1 JUTA ORANG DI JAKARTA BEKERJA DARI RUMAH   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, BUPATI LEBAK TUTUP SELURUH LOKASI WISATA SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER   JELANG LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, PEJABAT SEMENTARA GUBERNUR JAMBI MINTA POS JAGA PERBATASAN DIAKTIFKAN   PANDEMI KORONA, MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PENANGANAN KESEHATAN DAN EKONOMI HARUS BERSAMAAN   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD INGATKAN DOKTER SELALU MENGEDEPANKAN INDEPENDENSI DALAM BERTUGAS