Kompas TV nasional berita kompas tv

Airlangga Sebut Ada Sponsor di Demo Penolakan UU Cipta Kerja

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah menyebut ada yang menggerakan dan membiaya aksi demo yang berujung ricuh beberapa hari lalu.

Namun pemerintah diminta jangan asal menuding dan membuka dialog soal penolakan Undang-undang Cipta Kerja.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, mengatakan pemerintah meyakini ada tokoh yang menggerakkan dan membiayai aksi massa dari para buruh dan pekerja tersebut.

Ia mengatakan  sebetulnya pemerintah tahu siapa di belakang demo itu.  

“Jadi kita tahu siapa yang menggerakkan. Kita tahu siapa sponsornya. Kita tahu siapa yang membiayainya. Sehingga kami berharap 7 fraksi di DPR juga merepresentasi rakyat,” kata Airlangga seperti dikutip dari cnbcindonesia.com.

Dalam program ROSI spesial Cipta Kerja di KompasTV, Menko Airlangga menyatakan pemerintah ingin kegiatan unjuk rasa itu murni karena menolak Undang-undang Cipta Kerja, jika demikian maka tidak ada aksi vandalisme.

Soal dugaan ada yang mensponsori aksi demo, partai Demokrat meminta pemerintah tak buru-buru menuding.

Demokrat yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja menilai pemerintah seharusnya membuka ruang dialog, bukan malah menuding.

Soal tuduhan ada sponsor demo biar penegak hukum yang menyelidiki.

Polri pun tidak tinggal diam dan mulai menyelidiki dugaan adanya yang mensponsori demo.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19