Kompas TV regional hukum

Detik-detik Saat Febi Pingsan Usai Dengar Vonis Hakim

Rabu, 7 Oktober 2020 | 16:44 WIB

MEDAN, KOMPAS.TV - Febi Nur Amelia, terdakwa kasus pencemaran nama baik akibat menagih utang via medsos, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, pada Selasa (6/10).

Hakim menyatakan tercemarnya nama baik penggugat, dalam hal ini Fitriani Manurung, bukan akibat perbuatan terdakwa, tetapi akibat perbuatan Fitriani Manurung yang tidak mau membayar utangnya.

Terdakwa Febi sebelumnya dituntut hukuman penjara selama 2 tahun oleh JPU.

JPU menjerat Febi dengan pasal 45 ayat 3 juntho pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Namun dalam amar putusan, majelis hakim yang diketuai oleh Sri Wahyuni, terdakwa Febi dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik.

Majelis hakim berdasarkan fakta-fakta persidangan menyatakan penggugat Fitriani Manurung terbukti meminjam uang dari terdakwa.

Tercemarnya nama baik Fitriani Manurung bukan disebabkan penagihan utang lewat media sosial yang dilakukan terdakwa, tetapi akibat perbuatan penggugat yang tidak mau membayar utang dan juga tidak mengakuianya.

Oleh sebab itu, majelis hakim memutuskan terdakwa tidak bersalah karena menagih utang melalui media sosial dan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa Febi Nur Amelia.

Usai mendengarkan putusan, Febi sempat jatuh pingsan.

Sebelumnya, Febi Nur Amelia telah memberikan pinjaman uang sebesar Rp 70 juta kepada rekannya Fitriani Manurung, yang dalam kasus ini merupakan penggugat.

Namun dalam proses penagihan utang, Febi mengaku sangat sulit untuk menghubungi Fitriani Manurung, sehingga memutuskan untuk melakukan penagihan lewat media sosial. (*)

#utang #tagihutang #febi #febinuramelia #fitrianimanurung #utang70juta #istrikombes #pnmedan #pengadilannegerimedan #sumaterautara #medan #beritamedan

Penulis : KompasTV Medan



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:22
BALAI KONSERVASI BOROBUDUR TUTUP 56 STUPA MENGGUNAKAN TERPAL UNTUK ANTISIPASI DAMPAK HUJAN ABU VULKANIK   BELUM BUKA LOWONGAN, PT TRANSJAKARTA: HATI-HATI PENIPUAN   WAGUB DKI MINTA PRESIDEN JOKOWI BUAT KEBIJAKAN UNTUK TEKAN ANGKA PENULARAN COVID-19 SAAT LIBUR AKHIR TAHUN   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY CEK RSUD JAYAPURA YANG AKAN MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN PON 2021   MENTERI BASUKI HADIMULJONO GANDENG KPK DALAM MENGELOLA ANGGARAN INFRASTRUKTUR SEBESAR RP 150 TRILIUN   KASUS KORONA DI DKI TINGGI, SATGAS COVID-19 MINTA GUBERNUR ANIES BASWEDAN TINDAK PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   KPK AJUKAN 600 IZIN PENYADAPAN UNTUK PANTAU PILKADA HINGGA ANGGARAN COVID-19   JELANG PENCOBLOSAN PILKADA, MENDAGRI MINTA DINAS DUKCAPIL TIDAK PERSULIT WARGA YANG INGIN MEMBUAT KTP ELEKTRONIK   GUBERNUR SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO PERSILAKAN KPK USUT DUGAAN KORUPSI PEMBANGUNAN STADION MANDALA KRIDA    SATGAS PENANGANAN COVID-19: LIBUR PANJANG AKHIR TAHUN BERPOTENSI NAIKKAN PENULARAN KORONA   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, GUBERNUR GANJAR PRANOWO USULKAN LIBUR AKHIR TAHUN DITIADAKAN   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE SEBUT TOMMY SUMARDI SEMPAT TELEPON WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN DI HADAPANNYA   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE SEBUT TOMMY SUMARDI MENGAKU TEMUI DIRINYA ATAS RESTU DARI KABARESKRIM POLRI   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE BERTEMU TOMMY SUMARDI BERSAMA BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DI RUANG KERJANYA