Kompas TV nasional bedah peristiwa

ICW Kritik Pemangkasan Hukuman Anas Urbaningrum

Kamis, 1 Oktober 2020 | 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahkamah Agung memangkas hukuman mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dari 14 tahun menjadi 8 tahun penjara.

Putusan ini sebagai hasil peninjauan kembali yang diajukan terpidana kasus korupsi pembangunan Hambalang, Anas Urbaningrum pada 2018 lalu.

Putusan terhadap PK yang diajukan oleh Anas Urbaningrum ditangani oleh Ketua Majelis Hakim, Sunarto serta Andi Samsan Nganro dan Mohammad Askin sebagai Hakim Anggota.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara 8 tahun dan denda 300 juta rupiah.

Kami kutip dari kompas.com, juru bicara MA, Andi Samsan Nganro mengatakan PK Anas dikabulkan karena adanya kekhilafan hakim yang dinilai dapat dibenarkan.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung terhadap 22 koruptor termasuk mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Dalam putusan tersebut, MA memberikan potongan vonis hukuman terhadap Anas Urbaningrum dari semula 14 tahun menjadi 8 tahun penjara.

Namun, KPK berharap vonis bagi koruptor bisa menimbulkan efek jera.

Tak hanya itu, KPK juga berharap PK atau peninjauan kembali tidak menjadi modus napi koruptor untuk mengurangi hukuman.

Kritik terhadap pemotongan vonis Anas Urbaningrum juga datang dari Indonesia Coruption Watch, ICW.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menuturkan bahwa putusan Mahkamah Agung kurang tepat. Pasalnya, hal ini malah tidak memberikan efek jera dan juga merusak tatanan kinerja dalam sistem peradilan pidana terhadap satu pelaku kejahatan.

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:33
HARI INI, KEMENKES PERIKSA 40.572 SPESIMEN COVID-19   MENDIKBUD MENCATAT 15.000 MAHASISWA MENJADI SUKARELAWAN MITIGASI COVID-19   POLISI KEMBALI PANGGIL PEGAWAI KEJAKSAAN AGUNG YANG MENJADI TERSANGKA KASUS KEBAKARAN   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT 3.545 PASIEN COVID-19 SEMBUH DALAM 24 JAM TERAKHIR   SATGAS PENANGANAN COVID-19 MENCATAT ADA 4.029 KASUS BARU HARI INI   PRESIDEN JOKOWI BERTERIMA KASIH KEPADA PUTRA MAHKOTA ABU DHABI MOHAMED BIN ZAYED KARENA NAMANYA DIJADIKAN NAMA JALAN   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO MINTA PEMERINTAH JELASKAN URGENSI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI PULAU RINCA   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO MINTA PEMERINTAH LIBATKAN PEGIAT LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA DI PULAU RINCA   WALI KOTA SOLO FX RUDYATMO BERHARAP TAK ADA PHK KARYAWAN SETELAH PEMERINTAH PUSAT TIDAK NAIKKAN UPAH MINIMUM   WAPRES MA'RUF AMIN MENILAI PILKADA TETAP DIGELAR UNTUK PENUHI HAK KONSTITUSI RAKYAT   KETUA DPR PUAN MAHARANI BERHARAP GENERASI MUDA BISA MENJADI PILAR KEBANGKITAN MENGHADAPI PANDEMI COVID-19   JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 MINTA DESTINASI WISATA ANTISIPASI KLASTER LIBUR PANJANG   SATGAS PENANGANAN COVID-19 BERHARAP MAHASISWA IKUT MENYADARKAN MASYARAKAT SOAL ANCAMAN COVID-19   NAWAWI POMOLANGO: DENGAN PERPRES SUPERVISI, TAK ADA LAGI PENEGAK HUKUM YANG TIDAK BEKERJA SAMA DENGAN KPK