Kompas TV klik360 cerita indonesia

Puji Silvany Pasaribu, Mahfud MD: Benar Vanuatu Mengada-ada, Mereka Bukan Orang Papua

Kamis, 1 Oktober 2020 | 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memuji sikap diplomat perwakilan Indonesia dalam Sidang Umum PBB Silvany Austin Pasaribu.

Seperti diketahui belakangan ini Silvany banyak menerima apresiasi karena telah dengan tegas menyampaikan hak jawab Indonesia atas tudingan negara Vanuatu terkait penegakan HAM di Papua.

Namun demikian Mahfud juga menyadari apa yang dilakukan oleh Silvany bukanlah kerjanya seorang diri melainkan kerja tim diplomasi Indonesia di PBB.

"Soal Silvany yang menyampaikan hak jawab tentang klaim Vanuatu, saya ingin katakan, kita semua bangga punya diplomat seperti Silvany itu. Tentu bukan kerja sendiri, tapi kerja kolektif diplomatik kita di PBB sana yang diwakili oleh Sillvany itu," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020).

Ia pun membenarkan apa yang disampaikan Silvany. Mahfud bahkan mengungkapkan sejak 2016 protes atau gugatan dari negara lain ke Indonesia tentang sikapnya terhadap Papua terus berkurang.

"Dulu ada tujuh tahun 2016, sesudah itu turun menjadi enam, sesudah itu turun menjadi empat. Kemarin menjadi tiga, lalu sekarang tinggal satu, Vanuatu. Itu sudah tidak menarik. Oleh sebab itu tentu kita lebih banyak yang bangga. Yang menyatakan resisten, Indonesia kok resisten terhadap masalah penegakan HAM, karena bagi Indonesia Vanuatu itu mengada-ada," kata Mahfud.

Ia juga menyebut pemerintah tetap melakukan penegakan hukum dan perlindungan HAM di Papua.

"Bahwa kita tetap akan melakukan penegakan hukum dan perlindungan HAM di sana itu sudah pasti. Oleh sebab itu kita memberi tempat yang luas buat Komnas HAM. Silakan di sana. Lakukan perlindungan HAM, penyelidikan, nanti kita adu data, lalu ambil keputusan atau sikap sebagai sebuah negara," kata Mahfud.

Penulis : Laura Elvina


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:30
DUA PRAJURIT TNI GUGUR USAI KONTAK SENJATA DENGAN KKB PAPUA YANG TERJADI DI KABUPATEN INTAN JAYA PADA 22 JANUARI 2021   POLRI IMBAU MASYARAKAT HATI-HATI SOAL PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI   DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN KOORDINASI DENGAN TRANSJAKARTA DAN JASA MARGA DALAM PEMASANGAN KAMERA ETLE   DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN AJUKAN PENAMBAHAN 50 KAMERA ETLE DI SEJUMLAH TITIK DI JAKARTA KE PEMPROV DKI   BPPTKG MEMPREDIKSI ERUPSI GUNUNG MERAPI EFUSIF MAKSIMAL 5 KM   BPPTKG: TERJADI 282 KALI GUGURAN LAVA PIJAR DAN 19 KALI AWAN PANAS GUGURAN DI GUNUNG MERAPI DALAM SEPEKAN TERAKHIR   TIM SAR TELAH EVAKUASI 51 WARGA YANG TERDAMPAK BANJIR DAN LONGSOR DI MANADO, SULAWESI UTARA   TIGA ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT BANJIR DAN LONGSOR DI MANADO, SULAWESI UTARA, PADA 22 JANUARI 2021   SHANGHAI MEMBERLAKUKAN “LOCKDOWN” DI DUA RUMAH SAKIT SEUSAI MUNCUL KLASTER BARU COVID-19   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 2.937: 2.075 SEMBUH, 171 MENINGGAL DUNIA, DAN 691 DALAM PERAWATAN   PEMPROV DIY TENGAH BERKOORDINASI MELAKUKAN "TRACING" KASUS POSITIF COVID-19 BUPATI SLEMAN SRI PURNOMO   SEBELUM POSITIF COVID-19, BUPATI SLEMAN SEMPAT BERTEMU MENTERI KP SAKTI WAHYU TRENGGONO & GUBERNUR DIY SRI SULTAN HB X   BUPATI SLEMAN SRI PURNOMO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 BERDASARKAN HASIL TES USAP PADA 21 JANUARI 2021   KEMENKES: HINGGA SAAT INI SUDAH LEBIH DARI 132.000 TENAGA KESEHATAN YANG DISUNTIK VAKSIN COVID-19