Kompas TV regional berita daerah

Miris, Oknum Pendeta Cabuli Anak Hingga Trauma Hingga Saat Akan Menikah

Minggu, 27 September 2020 | 00:45 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV -

Oknum pendeta berinisial HL, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, lantaran dinyatakan terbukti bersalah melakukan pencabulan pada anak di bawah umur. Mendengar vonis ini, pihak keluarga korban berharap terdakwa juga dijatuhi hukuman kebiri.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam putusannya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada terdakwa HL, oknum pendeta di sebuah gereja di Jalan Embong Sawo, Surabaya. Terdakwa dianggap secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

Dalam pertimbangan hakim, hal yang memberatkan terdakwa adalah berbelit-belit saat persidangan, tidak mengakui kesalahan, serta tidak memiliki tanggung jawab moral sebagai tokoh agama.

Menanggapi keputusan hakim, penasehat hukum terdakwa mengajukan banding. Pihaknya menilai fakta hukum yang dipertimbangkan hakim hanyalah keterangan dari saksi korban, sementara pembelaan dari pihak terdakwa ditolak sepenuhnya tanpa alasan hukum yang jelas.

Didampingi Komnas Perlindungan Anak, pihak keluarga korban mengatakan semestinya ada hukuman tambahan kebiri kepada terdakwa, selain hukuman penjara 10 tahun. Hal ini dikarenakan perbuatan terdakwa yang telah menghancurkan masa depan korban berinisial IW. Dalam amar putusan hakim disebutkan, terdakwa oknum pendeta HL sejak tahun 2008 hingga 2011 diduga telah melakukan pencabulan di area gereja terhadap anak di bawah umur berinisial IW yang di titipkan di gereja.

Kasus ini baru terungkap saat korban mengalami trauma berat saat hendak menikah, karena mengetahui jika pendeta yang akan menikahkan dirinya adalah terdakwa. Kasus pencabulan ini langsung dilaporkan kepada pihak polisi dan terdakwa berhasil ditangkap dirumahnya pada 7 Maret 2020 lalu.

Editor : Herwanto



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:40
PERANCIS PERLUAS KEBIJAKAN JAM MALAM HINGGA KE 54 PROVINSI DALAM UPAYA MENEKAN PENULARAN COVID-19    ITALIA TUTUP BIOSKOP, TEATER, DAN TEMPAT OLAHRAGA HINGGA BATAS WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN CEGAH PENULARAN KORONA   ANGKA PENULARAN COVID-19 TINGGI, PM ITALIA PERKETAT PEMBATASAN AKTIVITAS WARGA   BPBD KOTA BEKASI MENCATAT 346 JIWA MENGUNGSI AKIBAT TERDAMPAK BANJIR LUAPAN KALI CILEUNGSI DAN CIKEAS   PLT BUPATI PONOROGO, JATIM, SEBUT 10 PEGAWAI PLN PONOROGO POSITIF COVID-19 SEUSAI TERIMA TAMU DARI SURABAYA   POLRESTABES SURABAYA SITA 8,8 KILOGRAM SABU DAN 17.000 PIL HAPPY FIVE DARI 8 TERSANGKA KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA    POLRESTABES SURABAYA TANGKAP 8 TERSANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI JAWA TIMUR   POLRES INDRAGIRI HILIR TANGKAP Y, KURIR NARKOTIKA DENGAN BARANG BUKTI SABU SEBERAT 50 KILOGRAM   KAPOLDA RIAU PASTIKAN KOMPOL IZ, PELAKU PENGEDAR NARKOTIKA JENIS SABU, SEGERA DIPROSES HUKUM   WAKAPOLRES JEMBER SEBUT DARI 5 YANG DITETAPKAN TERSANGKA PERUSAKAN KANTOR DPRD JEMBER, DUA DI ANTARANYA PELAJAR   POLRES JEMBER, JATIM, TETAPKAN 5 TERSANGKA PERUSAKAN KANTOR DPRD JEMBER SAAT UNJUK RASA TOLAK UU CIPTA KERJA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT BINSAR PANDJAITAN SEBUT WORLD BANK DAN IMF APRESIASI UU CIPTA KERJA   POLRI AKAN TINDAK TEGAS DAN PROSES HUKUM SIAPA PUN YANG TERLIBAT DALAM PEREDARAN SENJATA API ILEGAL DI PAPUA   DINKES KOTA BANJARMASIN, KALSEL, SETUJUI RENCANA SEKOLAH TATAP MUKA YANG DISIAPKAN DINAS PENDIDIKAN AWAL NOVEMBER