Kompas TV regional berita daerah

Penyebar Chat WA Tularkan Virus Korona Dilaporkan Ke Polisi

Jumat, 25 September 2020 | 12:26 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kasus beredarnya tangkapan layar berisi percakapan dua wanita yang dikabarkan positif korona di Kota Semarang, yang berisi ajakan menyebarkan Covid-19 di tempat umum akhirnya bergulir ke ranah hukum. Kuasa hukum dari salah satu wanita yang terlibat dalam percakapan tersebut akan membawa persoalan yang menimpa kliennya ke ranah hukum. 

Menyikapi berita viral mengenai dua orang yang percakapannya tersebar di media sosial tentang ajakan menyebarkan virus korona, kuasa hukum FN, salah satu wanita yang terlibat dalam percakapan yang tangkapan layarnya tersebar luas di media sosial menyatakan, akan segera malakukan langkah hukum dan pengaduan ke Polda Jawa Tengah

Kuasa hukum FN, Arief Winata, Rabu siang (23/9/2020) mengungkapkan dari hasil keterangannya kliennya, diketahui bahwa tangkapan layar percakapan yang beredar di masyarakat tersebut tidak utuh dan tidak seharusnya disebarluaskan ke masyarakat. 

Kuasa hukum menilai ada dugaan orang lain yang menyebarkan dan bukan orang yang berkomunikasi dalam tangkapan layar aplikasi pesan tersebut. Dari isi tangkapan layar tersebut tercipta opini FN seolah-olah yang memprovokasi masyarakat untuk menyebarkan virus korona dengan bepergian kemana-mana, padahal yang terjadi tidak seperti itu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, proses penyelidikan akan dilakukan menunggu kedua wanita yang disangkakan dalam percakapan tersebut negatif Covid-19. Jika ada perbuatan melawan hukum, penyidik akan menjerat dengan pasal undang-undang informasi elektronik.

Sebelumnya, warga Kota Semarang sempat dihebohkan dengan viralnya tangkapan layar percakapan di aplikasi berbagi pesan termuat ajakan salah satu diantara 2 wanita tersebut menyebarkan Covid-19 di area publik dengan bepergian tanpa mengenakan masker.

#Covid-19 #KuasaHukum #MediaSosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : KompasTV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:29
PERANCIS PERLUAS KEBIJAKAN JAM MALAM HINGGA KE 54 PROVINSI DALAM UPAYA MENEKAN PENULARAN COVID-19    ITALIA TUTUP BIOSKOP, TEATER, DAN TEMPAT OLAHRAGA HINGGA BATAS WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN CEGAH PENULARAN KORONA   ANGKA PENULARAN COVID-19 TINGGI, PM ITALIA PERKETAT PEMBATASAN AKTIVITAS WARGA   BPBD KOTA BEKASI MENCATAT 346 JIWA MENGUNGSI AKIBAT TERDAMPAK BANJIR LUAPAN KALI CILEUNGSI DAN CIKEAS   PLT BUPATI PONOROGO, JATIM, SEBUT 10 PEGAWAI PLN PONOROGO POSITIF COVID-19 SEUSAI TERIMA TAMU DARI SURABAYA   POLRESTABES SURABAYA SITA 8,8 KILOGRAM SABU DAN 17.000 PIL HAPPY FIVE DARI 8 TERSANGKA KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA    POLRESTABES SURABAYA TANGKAP 8 TERSANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI JAWA TIMUR   POLRES INDRAGIRI HILIR TANGKAP Y, KURIR NARKOTIKA DENGAN BARANG BUKTI SABU SEBERAT 50 KILOGRAM   KAPOLDA RIAU PASTIKAN KOMPOL IZ, PELAKU PENGEDAR NARKOTIKA JENIS SABU, SEGERA DIPROSES HUKUM   WAKAPOLRES JEMBER SEBUT DARI 5 YANG DITETAPKAN TERSANGKA PERUSAKAN KANTOR DPRD JEMBER, DUA DI ANTARANYA PELAJAR   POLRES JEMBER, JATIM, TETAPKAN 5 TERSANGKA PERUSAKAN KANTOR DPRD JEMBER SAAT UNJUK RASA TOLAK UU CIPTA KERJA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT BINSAR PANDJAITAN SEBUT WORLD BANK DAN IMF APRESIASI UU CIPTA KERJA   POLRI AKAN TINDAK TEGAS DAN PROSES HUKUM SIAPA PUN YANG TERLIBAT DALAM PEREDARAN SENJATA API ILEGAL DI PAPUA   DINKES KOTA BANJARMASIN, KALSEL, SETUJUI RENCANA SEKOLAH TATAP MUKA YANG DISIAPKAN DINAS PENDIDIKAN AWAL NOVEMBER